kumparan
15 September 2018 20:12

Pemain Debutan Selamatkan Atletico dari Kekalahan di Kandang Sendiri

Borja Garces
Pemain muda Atletico Madrid, Borja Garces. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Borja Garces. Ingatlah namanya. Pemain debutan berusia 19 tahun ini menjadi penyelamat Atletico Madrid saat menjalani laga La Liga pekan keempat menghadapi Eibar di Estadio Wanda Metropolitano, Sabtu (15/9/2018) petang WIB. Laga itu sendiri berakhir sama kuat 1-1.
ADVERTISEMENT
Dua gol pada laga ini tercipta pada menit-menit akhir babak kedua. Eibar unggul lebih dulu lewat Serge Enrich pada menit ke-87. Garces yang masuk pada babak kedua menggantikan Rodri mencetak gol balasan pada menit keempat injury time babak kedua.
Hasil imbang 1-1 ini membuat Atletico untuk sementara naik ke urutan empat dengan koleksi lima poin. Sementara, Eibar juga berhasil merangkak ke posisi ke-11, terpaut satu angka dari Atletico.
***
Ada krisis pemain belakang di kubu Atletico. Lucas Hernandez dan Stefan Savic harus menepi karena cedera. Akan tetapi, pada laga kali ini mereka masih bisa menurunkan nama-nama terbaik seperti Diego Godin dan Filipe Luis Kasmirski. Di tengah, Rodri diduetkan dengan Saul Niguez untuk menopang duet Diego Costa-Antoine Griezmann.
ADVERTISEMENT
Dengan dukungan puluhan ribu suporter yang tak berhenti bernyanyi sejak awal laga, Atletico memulai pertandingan dengan kurang meyakinkan. Pada sepuluh menit pertama, bola di kaki para pemain Atletico mudah sekali direbut oleh para pemain Eibar. Tak cuma itu, salah umpan juga kerap terjadi. Hasilnya, Eibar pun kemudian mampu menghasilkan peluang emas pertama, yakni lewat sepakan Jose Angel yang membentur mistar.
Namun, setelah itu Atletico memanas. Mereka berbalik menguasai pertandingan dan umpan-umpan mereka jadi jauh lebih terarah. Pergerakan pemain pun sudah lebih baik ketimbang sebelumnya. Hasilnya, peluang-peluang emas pun berdatangan. Dalam dua puluh menit, Atletico mendapat tiga kans besar untuk mengubah kedudukan.
Namun, kiper Eibar, Marko Dmitrovic jadi antagonis sempurna dalam kurun waktu itu. Tiga peluang itu, masing-masing dari Griezmann, Saul, dan Godin, berhasil dia patahkan. Peluang Griezmann hadir dalam situasi satu lawan satu setelah pemain Prancis itu melewati dua pemain Eibar. Sedangkan, peluang Saul dan Godin datang dari situasi sepak pojok.
ADVERTISEMENT
Setelah 30 menit tadi, Atletico mengendur. Di sisi lain, Eibar juga tidak terlalu bisa mengambil keuntungan dari sana. Umpan-umpan panjang yang dilepaskan pemain-pemain klub asal Basque itu dapat dengan mudah diantisipasi bek-bek Atletico. Hasilnya, babak pertama harus diakhiri dengan 'skor kacamata'.
Balik dari kamar ganti, Atletico berupaya agar tidak telat panas seperti pada babak pertama. Secara permainan, anak-anak asuh Diego Pablo Simeone ini memang membaik. Umpan satu-dua antarpemain yang jarang terlihat pada babak pertama berhasil dimunculkan. Namun, mereka tetap kesulitan menembus pertahanan Eibar yang begitu rapat dan disiplin.
Atletico, Eibar
Kiper Eibar, Marko Dmitrovic (kanan), tampil gemilang saat menghadapi Atletico Madrid. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Terus-terusan gagal, Atletico mencoba untuk menarik napas dalam-dalam saat babak kedua memasuki menit ke-15. Momen itu dimanfaatkan Eibar untuk menciptakan beberapa peluang. Salah satunya adalah sepakan kapten Anaitz Arbilla yang lagi-lagi hanya membentur mistar gawang Jan Oblak.
ADVERTISEMENT
Dominasi Eibar itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar lima menit. Setelah itu, Atletico kembali menunjukkan kualitasnya dan menciptakan dua peluang emas. Namun, Costa dan Griezmann yang sebenarnya sudah berhadapan dengan Dmitrovic kembali gagal. Kiper asal Serbia itu menunjukkan refleks serta penempatan posisi yang luar biasa.
Kebuntuan Atletico itu berusaha dipecahkan Simeone dengan memasukkan Angel Correa dan pemain debutan Borja Garces seraya menarik keluar Thomas Lemar dan Rodri. Akan tetapi, bukannya membaik, penampilan Atletico justru memburuk. Eibar yang tampil spartan itu justru mampu mengurung pertahanan tuan rumah. Hasilnya, gawang Atletico pun kebobolan melalui kaki Sergi Enrich, memanfaatkan umpan silang Pablo De Blasis.
Gol itu membuat para pemain Atletico tersengat dan langsung merespons dengan serangan bertubi-tubi. Tak sia-sia, karena beberapa detik sebelum pertandingan berakhir, Garces berhasil menyelamatkan timnya dari kekalahan. Memanfaatkan sepak pojok mendatar Koke, Garces melesakkan tembakan keras yang tak mampu dihalau Dmitrovic. Selamatlah muka Atletico.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan