Pemain Jepang Dipulangkan dari Piala Asia karena Dugaan Pelecehan Seksual
·waktu baca 2 menit

Jepang masih melaju di Piala Asia, tetapi salah satu pemainnya yakni Junya Ito harus pulang duluan. Sebab, gelandang 30 tahun itu terjerat kasus dugaan pelecehan seksual.
Media Jepang, Daily Shincho, mengungkapkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Ito. Usai berita ini tersebar pada Rabu (31/1), Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) mengumumkan keputusan memulangkan Ito pada Kamis (1/2).
"Kami informasikan bahwa Junya Ito (Stade Reims) akan meninggalkan tim 'Samurai Biru' (Tim Nasional Jepang) yang berlaga di Piala Asia AFC Qatar 2023 Qatar. Perlu diketahui, tidak ada pemain yang akan dipanggil menggantikan Ito," terang JFA di situs web resmi.
"Terkait beberapa pemberitaan terkait Junya Ito, JFA memahami pihak-pihak terkait mempunyai klaim berbeda terkait fakta yang diberitakan, dan menilai diperlukan respons yang hati-hati. Setelah mempertimbangkan kondisi fisik dan mental Ito, JFA memutuskan Ito akan meninggalkan tim mulai hari ini. Kami meminta maaf karena menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang yang mendukung 'Samurai Biru' dan Ito," tandas JFA.
Daily Shincho memaparkan kesaksian perempuan berusia 20 tahunan dengan identitas samaran Nona A. Ia mengaku sempat tak sadarkan diri di tempat tidur sebuah hotel mewah di Nakanoshima, Osaka, pada dini hari tanggal 21 Juni 2023. Junya Ito ada di lokasi yang sama kala itu.
Menurut kesaksian Nona A dan orang lain yang terlibat, Ito bertemu dengan Nona A di sebuah restoran usai pertandingan Jepang vs Peru di Stadion Panasonic Suita, Osaka, sehari sebelumnya. Tak lama kemudian, Nona A dan teman-temannya dibawa keluar toko dan masuk ke dalam mobil sewaan yang telah disiapkan untuk mereka bersama Ito.
Kemudian, Nona A mengeklaim telah terjadi pelecehan seksual. Ito dan rekan-rekannya diduga membuat dua wanita, termasuk Nona A, mabuk dan berhubungan seks dengan mereka tanpa persetujuan.
Nona A telah menuntut permintaan maaf dari Ito sejak September 2023, dan telah mendiskusikan masalah tersebut melalui pengacaranya sejak November. Sebagai tanggapan, Ito mengeklaim bahwa ada persetujuan seksual antara dia dan Nona A, menawarinya penyelesaian finansial, dan mendesak Nona A untuk memasukkan klausul tutup mulut.
