kumparan
27 Mei 2018 5:02

Pemain Terbaik Final Liga Champions 2017/18: Gareth Bale

Selebrasi gol Gareth Bale. (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)
Predikat super-sub dengan dua gol, salah satunya tercipta secara super. Itulah alasan kumparan menganugerahkan gelar pemain terbaik final Liga Champions kali ini kepada pemain asal Wales tersebut.
ADVERTISEMENT
Partai puncak Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool digelar di NSC Olimpiyskiy Stadium, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Laga itu sendiri diakhiri oleh Cristiano Ronaldo dkk. lewat kemenangan dengan skor akhir 3-1.
Tak ada nama Bale saat susunan pemain diterbitkan. Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, memulai pertandingan ini dengan menurunkan trio Ronaldo, Karim Benzema, dan Isco Alarcon di lini depan.
Keputusan tersebut tak berjalan maksimal. Isco yang cenderung bermain di tengah membuat Madrid hanya punya Ronaldo dan Benzema di depan. Menghadapi kuartet lini belakang Liverpool yang dikenal alot, memasang dua pemain depan jelas sebuah kesalahan.
Perlahan, Zidane paham bahwa Madrid perlu suntikan pemain baru. Seringnya dua bek sayap Madrid, Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold, naik membantu serangan membuat dua sisi pertahanan The Reds sering lowong.
ADVERTISEMENT
Zidane pun melakukan keputusan besar: menarik keluar Isco yang tak bisa memberikan pengaruh besar dengan memasukkan Gareth Bale tepat ketika pertandingan memasuki menit ke-61.
Masuknya Bale membuat lini depan Madrid kembali ke pakem utama. Ronaldo di kiri, Benzema di tengah, dan Bale di kanan. Itulah skenario yang dijelaskan Bale ke Benzema dan Ronaldo sesaat setelah masuk lapangan.
Gareth Bale usai mendapat medali. (Foto: Andrew Boyers/Reuters)
Tepat 112 detik berada di atas lapangan, Bale berhasil membalas kepercayaan Zidane dengan sebuah gol akrobatik. Menerima umpan Marcelo dari kanan pertahanan Liverpool, ia kemudian melepaskan sepakan salto yang tak mampu dijangkau oleh kiper lawan, Loris Karius.
Bale lebih dominan berada di sisi kiri pertahanan Liverpool. Ketika bertahan, ia bertugas untuk memastikan Robertson tidak naik terlalu tinggi. Sementara itu, saat menyerang, ia bertugas untuk berdiri tepat di belakang Ronaldo dan Benzema.
ADVERTISEMENT
Kontribusi Bale terhadap pertandingan tak berhenti sampai di gol tersebut. Ia menambah keunggulan Madrid dengan mencetak gol kedua lewat sebuah tembakan spekulasi dari luar kotak penalti di menit ke-83.
Secara keseluruhan, seluruh aksi Bale dalam laga ini begitu optimal. Dua percobaan yang ia lakukan dua-duanya berbuah gol. Satu dribel dan satu tekel yang ia lepaskan seluruhnya tak menemui kegagalan.
Lewat dua gol pemain pengganti asal Wales tersebut, kumparan merasa bahwa Bale adalah pengubah keadaan yang sebenarnya. Tanpa Bale, Madrid mungkin saja tak berhasil mendapatkan gelar Liga Champions ke-13.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan