Pengadilan Tolak Tuntutan La Liga, Kontrak Baru Kylian Mbappe di PSG Aman
ยทwaktu baca 2 menit

Kontrak baru Kylian Mbappe di Paris Saint-Germain (PSG) dicurigai oleh pihak La Liga (Divisi Teratas Liga Spanyol) telah melanggar Financial Fair Play (FFP). Namun terbaru, Pengadilan Administratif di Paris telah menolak tuntutan La Liga bahwa kontrak baru Mbappe harus dibatalkan.
Mbappe semestinya bisa pergi dengan status bebas transfer pada akhir Juni 2022 jika tak memperpanjang kontrak di PSG. Salah satu peminat tbesarnya adalah klub peserta La Liga, Real Madrid. Namun akhirnya, pada Mei lalu, Mbappe memilih tetap di PSG hingga 2025.
Terkait hal itu, yang geram bukan cuma Real Madrid, tetapi La Liga juga. La Liga lalu meminta pengadilan administratif untuk membatalkan kontrak baru Mbappe karena mereka percaya bahwa perpanjangan tersebut melanggar aturan FFP.
Klaim La Liga adalah bahwa LFP (badan yang pengatur Liga Prancis) seharusnya tidak pernah menyetujui kesepakatan kontrak baru Mbappe di PSG. Sementara, La Liga juga meminta persetujuan DNCG selaku organisasi yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengawasi akun klub sepak bola profesional di Prancis agar perpanjangan itu dicabut.
Namun, menurut laporan GFFN pada Rabu (17/8), Pengadilan Administratif di Paris menolak pengajuan La Liga bahwa kontrak baru Kylian Mbappe itu harus ditangguhkan. Artinya, LFP tidak akan mencabut persetujuan mereka atas kontrak yang ditandatangani antara Mbappe dan PSG pada Mei 2022.
Jadi, Pengadilan Administratif di Paris, kontrak baru Mbappe tidak menunjukkan bukti bahaya serius dan langsung. Secara tak langsung, ini juga mengenyahkan dugaan bahwa PSG telah melanggar FFP.
La Liga memang menjadi pihak yang paling vokal dalam menanggapi perpanjangan kontrak Kylian Mbappe di PSG. Pada Mei lalu, mereka terang-terangan mengatakan bahwa hal itu merusak tatanan sepak bola, khususnya dalam hal finansial.
"La Liga ingin menyatakan bahwa jenis perjanjian ini menyerang stabilitas ekonomi sepak bola Eropa, membahayakan ratusan ribu pekerjaan dan integritas olahraga, tidak hanya di kompetisi Eropa, tetapi juga di liga domestik," tulis ofisial La Liga pada Mei 2022.
"Sangat memalukan bahwa klub seperti PSG, yang musim lalu melaporkan kerugian lebih dari 220 juta euro [sekitar Rp 3,4 triliun] setelah mengumpulkan kerugian lebih dari 700 juta euro [sekitar Rp 10,8 triliun] di musim sebelumnya (juga melaporkan pendapatan sponsor dengan penilaian yang meragukan), dengan biaya skuad sekitar 650 [sekitar Rp 10,07 triliun] juta untuk musim ini, dapat menutup kesepakatan seperti itu, sementara klub-klub yang mampu membayar pemain tanpa melihat tagihan upah mereka dikompromikan, dibiarkan tanpa bisa mengontraknya," lanjutnya.
