Kumparan Logo

Penjualan Tiket Palsu Ganggu Final Liga Champions

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiket final Liga Champions. (Foto: Mustafa Ozer/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Tiket final Liga Champions. (Foto: Mustafa Ozer/AFP)

Final Liga Champions 2018 baru akan digelar pada 26 Mei 2018. Meski akan digelar dua minggu lagi, masalah besar sudah terlihat dari penyelenggaraan partai ini, satu di antaranya adalah kemunculan tiket palsu.

Partai puncak kompetisi antarkesebelasan top Eropa tersebut bakal mempertemukan dua kesebelasan yang punya sejarah panjang di kompetisi ini, Real Madrid dan Liverpool. Partai tersebut rencananya bakal digelar di Olympic Stadium Kiev, Ukraina.

Keberadaan dua kesebelasan yang memiliki pendukung kuat membuat partai ini dianggap bergengsi dan punya nilai jual tinggi. Menurut UEFA, 40.700 tiket dijual dari kapasitas stadion yang mencapai 63.000 penonton.

Disebutkan pula apabila pendukung masing-masing kesebelasan menerima alokasi sekitar 17.000 penonton. Adapula 6.700 tiket yang sengaja dijual kepada orang di seluruh dunia yang ingin menyaksikan pertandingan ini.

Minimnya tiket di pasaran membuat tiket palsu menjadi komoditas panas. Salah satu media Inggris, The Times, menemukan banyaknya tiket palsu per hari ini, entah itu dijual kepada suporter kedua kesebelasan atau masyarakat umum.

Menurut The Times, harga tiket palsu terpaut cukup jauh dengan harga tiket asli. Tiket asli Liga Champions musim ini diperkirakan berkisar mulai harga 158 euro atau 2,6 juta rupiah hingga 446 euro atau 7,4 juta rupiah.

Harga tiket palsu diperkirakan bisa semakin besar apabila melihat final Liga Champions musim lalu. Ketika digelar di Cardiff, musim lalu, satu tiket palsu harga rata-ratanya mencapai 567 euro atau 9,4 juta rupiah.

embed from external kumparan

Pihak panitia yang diwakili oleh UEFA telah melakukan beragam upaya untuk mencegah penjualan tiket palsu. Mulai dari melarang pembelian tiket di luar situsweb mereka hingga meminta pihak keamanan Ukraina untuk melarang adanya pendukung yang datang tanpa tiket.

“UEFA juga memahami bahwa ada banyak suporter yang gagal mendapatkan tiket untuk partai ini. Oleh karena itu, demi menghindari adanya tiket palsu, kami menganjurkan mereka untuk tidak berangkat ke Kiev,” terang UEFA di situsweb-nya.

“Kami berharap demikian karena tidak mau pendukung kedua kesebelasan datang ke Ukraina dan justru mendapatkan tiket palsu. Kami juga melakukan itu demi keamanan dan kenyamanan pendukung masing-masing kesebelasan menyaksikan pertandingan final.”