kumparan
3 November 2018 7:35

Perihal Teori Konspirasi yang Melibatkan City, PSG, dan UEFA Itu

UEFA
Kantor UEFA di Nyon, Swiss. (Foto: FABRICE COFFRINI / AFP)
Der Spiegel menghentak dunia sepak bola melalui pemberitaannya pada Jumat (2/11/2018) malam waktu Jerman. Media yang hadir sejak 71 tahun silam itu mewartakan laporan Football Leaks teranyar yang selama ini belum diketahui publik.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang menjadi sorotan Spiegel adalah klaim Football Leaks perihal adanya tindak kecurangan yang dilakukan Manchester City dan Paris Saint-Germain demi menghindari sanksi dari UEFA akibat melanggar Financial Fair Play (FFP). Informasi ini didapatkan Football Leaks setelah 80 jurnalis yang terikat dengan mereka menganalisis 70 ribu lebih dokumen selama 8 bulan.
Dalam kasus ini, disebutkan juga ada keterlibatan orang dalam yang memuluskan langkah PSG dan City untuk lepas dari jerat FFP. Kedua klub ini mendapatkan suntikan dana yang tak wajar.
City mendapatkan suntikan dana total 2,7 miliar euro dalam jangka waktu tujuh tahun melalui dana sponsor yang tak lazim dari Sheikh Mansour melalui Grup Abu Dhabi-nya. Sementara, PSG mendapatkan dana sebesar 1,8 miliar euro dari Pemerintah Qatar, yang dibayarkan melalui pemilik mereka, Nasser Al-Khelaifi.
ADVERTISEMENT
Dengan dana yang besar, maka neraca keuangan kedua klub ini tak mungkin defisit meski terus belanja besar. Dengan begitu, mereka tak mungkin dihukum karena melanggar FFP dan jika begitu, maka kedua tim ini masih boleh tampil di Liga Champions.
Untuk kian memperkecil kemungkinan mereka dihukum, kedua klub ini kompak melobi Gianni Infantino pada 2014 silam. Kala itu, Infantino belum menjadi Presiden FIFA, melainkan masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.
PSG, Lyon, Tetap Kuat Indonesia, Paris Saint Germain
Selebrasi usai pertandingan PSG vs Lyon. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
Infantino disebut setuju untuk membantu City dan PSG untuk lepas dari hukuman serius dari UEFA. Khusus PSG, ada cerita konspirasi lainnya yang melibatkan Michel Platini, si eks Presiden UEFA itu, dan mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.
Football Leaks mengklaim Sarkozy adalah sebab di balik keputusan Al-Khelaifi membeli PSG. Sarkozy, yang merupakan penggemar Les Parisens, menjanjikan Platini siap membantu Pangeran Qatar, Tamim Al-Thani, untuk memuluskan langkah Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia jika pada akhirnya membeli PSG pada 2010.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, memang bukan Al-Thani, melainkan Al-Khelaifi, yang merupakan teman dekatnya, yang membeli PSG. Beberapa tahun kemudian, Qatar benar-benar ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Selain cerita-cerita itu, Spiegel juga mewartakan jika Football Leaks akan membocorkan bagaimana klub-klub besar di Premier League mengakali masalah pajak hingga pemain-pemain yang telah menjuarai Liga Champions sebenarnya positif menggunakan doping dalam beberapa minggu ke depan. Menarik sekali, bukan?
Oh, ya, Football Leaks merupakan media yang terbentuk atas kerja sama sejumlah media besar seperti Spiegel, Mediapart, dan lain-lain, pada 2015 dengan tujuan membongkar dokumen rahasia di dunia sepak bola.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan