Persib vs PSMS dan Memori Indah pada Masa Lampau

Duel sarat sejarah antara Persib Bandung melawan PSMS Medan akan tersaji untuk pertama kalinya pada tahun ini dalam ajang Piala Presiden 2018. Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi saksi dari partai bertajuk El Clasico ini pada Minggu (21/1/2018) mendatang.
Laga Persib dan PSMS pada 1931 seakan menjadi titik balik kebangkitan sepak bola Indonesia. Pasalnya, ketika itu sepak bola Tanah Air tengah berada dalam cengkraman NIVB (Nederlandsch-Indische Voetballbond) atau Persatuan Sepak Bola Hindia Belanda. Karena itu, pertandingan antara kedua kesebelasan ini sarat akan sejarah dan gengsi.
Jika memutar ulang memori pada medio 1980-an, Persib dan PSMS merupakan dua tim besar yang menjadi musuh bebuyutan di Divisi Utama Perserikatan. Tak heran bila laga ini mendapat julukan 'The Real Indonesian El Clasico' sebelum muncul perseteruan Persib dengan Persija Jakarta.
Setelah gagal total di liga musim lalu, "Maung Bandung" pun kini mencoba membalasnya dengan hasil maksimal di Piala Presiden. Langkah awal telah dilalui dengan mulus usai sukses membungkam Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0. Kini, kemenangan atas PSMS akan menjadi misi selanjutnya.
Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, sudah mempersiapkan strategi dan taktik guna menghadapi PSMS sejak Kamis (18/1/2018) di Lapang Lodaya, Bandung. Kendati mendapat predikat tim promosi, mantan pelatih Johor Darul Ta'zim ini tetap menganggap PSMS merupakan salah satu tim yang kuat.
"Mereka tim kuat. Mereka menang di pertandingan sebelumnya. Kita juga sudah bagus," ucap Mario Gomez di situs resmi klub, Jumat (19/1).
Sedangkan, bagi pemain muda Persib, Fulgensius Billy Paji Keraf, duel klasik tersebut sangat dinanti-nantikannya. Kemenangan melawan Sriwijaya, lanjut Billy, akan menjadi modal bagi timnya untuk menatap laga tersebut.

"Pertandingan pertama sudah kita lewati dengan kemenangan. Itu bagus karena kemenangan lawan Sriwijaya FC bisa menjadi modal berharga buat pertandingan selanjutnya," ucap pemain berusia 20 tahun ini.
"Kemenangan dari Sriwijaya FC bisa menambah rasa percaya diri. Pada pertandingan kedua nanti, kita harus lebih meningkatkan motivasi dan berjuang keras lagi," lanjutnya.
Modal Persib pada laga nanti sejatinya tidak hanya terletak pada kemenangan di laga pertama. Antusiasme Bobotoh yang akan memadati Stadion GBLA akan menambah semangat juang Pangeran Biru. Sebab, laga ini juga akan mengingatkan pada laga final Perserikatan 1985 kedua kesebelasan yang dihadiri hingga 150 ribu penonton.
PSMS sebelumnya sukses meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar pada laga perdana. Sempat tertinggal lebih dulu, tim berjuluk "Ayam Kinantan" menang dengan skor 2-1.
