Kumparan Logo

Petinggi Klub Premier League Ragukan Sanksi Pengusiran Manchester City

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan bagian luar Etihad Stadium milik Manchester City. Foto: Lee Smith/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan bagian luar Etihad Stadium milik Manchester City. Foto: Lee Smith/REUTERS

Dua petinggi klub Premier League memprediksi penolakan massal terhadap wacana pengusiran Manchester City dari kasta tertinggi sepak bola Inggris. Mereka menilai hilangnya klub raksasa tersebut akan memicu kerugian finansial yang sangat besar bagi seluruh anggota liga.

Skenario ekstrem ini mencuat setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seratus empat belas dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan. Langkah pengusiran tersebut kini dipandang sebagai ancaman nyata yang justru ditakuti oleh klub-klub rival mereka sendiri.

Dampak Finansial yang Menakutkan Bagi Rival

Salah satu eksekutif senior mengungkapkan ketakutannya terhadap dampak komersial sistemik jika klub asuhan Pep Guardiola tersebut didepak dari kompetisi. Dia menegaskan bahwa mengeluarkan juara bertahan tersebut merupakan tindakan bodoh yang akan merugikan semua pihak. “Jika Manchester City diusir, hal itu akan membawa konsekuensi komersial yang masif bagi semua orang di liga, dan pada akhirnya akan merugikan klub-klub lain dengan biaya yang sangat besar,” ujarnya kepada media Inggris.

Jika keputusan berat tersebut diambil pada musim ini atau musim depan, Premier League terpaksa bergulir hanya dengan sembilan belas kontestan. Situasi ganjil ini diyakini akan membuat para pemegang hak siar televisi menuntut pengembalian dana akibat berkurangnya jumlah pertandingan menarik secara signifikan.

Kerugian Pamor dan Daya Tarik Komersial Global

Kehadiran para pemain bintang dunia seperti Erling Haaland dan Phil Foden menjadi magnet utama daya tarik global liga ini ke seluruh penjuru dunia. Kehilangan barisan pemain kelas dunia tersebut dikhawatirkan menurunkan nilai kontrak sponsor utama dan kerja sama korporasi secara drastis. Oleh karena itu, opsi pengusiran dianggap sebagai langkah gegabah yang terlalu berisiko untuk diambil saat ini.

Di sisi lain, sebagian klub merasa bahwa membiarkan Manchester City lolos tanpa sanksi berat akan merusak integritas jangka panjang kompetisi tersebut. Mereka berpendapat bahwa periode hukuman di luar kasta tertinggi tetap diperlukan demi menjaga citra keadilan sepak bola Inggris di mata dunia. Perbedaan sudut pandang yang tajam ini diprediksi akan menyulitkan tercapainya kesepakatan bulat jika pemungutan suara antar-klub benar-benar digelar nanti.

Penolakan Keras dari Klub Divisi Championship

Masalah baru akan muncul jika Manchester City didegradasi secara paksa ke kasta kedua atau liga di bawah naungan EFL. Salah satu direktur klub dari divisi Championship menyatakan keberatan karena kedatangan klub kaya raya tersebut hanya akan merusak keadilan promosi bagi tim-tim papan bawah. “Finansial mereka sangat besar sehingga mereka hanya akan menyapu bersih Championship dan langsung promosi kembali, sehingga hal itu mematikan jatah promosi untuk klub-klub lain,” tegasnya dengan nada khawatir.

Direktur lainnya mengingatkan bahwa otoritas pengambil keputusan wajib menjaga integritas seluruh piramida sepak bola Inggris secara adil. Mereka menolak mentah-mentah gagasan yang membiarkan klub terhukum langsung masuk ke kompetisi kasta kedua tanpa berjuang dari bawah. Masa depan klub berseragam biru langit ini kini berada di persimpangan jalan yang dipenuhi ketidakpastian hukum dan perdebatan sengit.