Piala Joan Gamper: Sambutan dan Hormat Barcelona untuk Chapecoense

Piala Joan Gamper merupakan laga tahunan yang digelar Barcelona sebelum mengarungi La Liga. Pertandingan yang dilangsungkan setiap Agustus itu dihelat untuk memperingati sang pendiri Blaugrana. Sejak 1997, peserta yang awalnya terdiri dari empat tim, dipangkas menjadi hanya dua tim saja. Dan tak perlu ditanya, Barcelona mendominasi ajang tersebut dengan 39 kali kemenangan dari 51 gelaran terakhir di tahun lalu.
Kali ini, Barcelona kedatangan tamu istimewa, Chapecoense, klub asal Brasil yang mengalami kecelakaan pesawat saat terbang melakoni laga final Coppa Sudamericana di Kolombia. Insiden yang terjadi pada 28 November tahun lalu telah menewaskan 71 orang di mana 22 di antaranya merupakan penggawa Chapecoense.
Isak tangis penuh haru ditunjukkan para pemain Chapecoense --yang selamat-- saat mendapatkan sambutan hangat dari penonton yang memenuhi Camp Nou pada Selasa (8/8/2017) dini hari WIB.
Salah satu dari tiga pemain yang selamat dari tragedi yang menimpa Chapecoense, Neto terlihat menitikkan air mata sebelum memulai pertandingan. Sementara Jackson Follman, penjaga gawang klub yang bermarkas di Arena Conda itu turut hadir dengan mengenakan seragam lengkap, kendati telah menggunakan kaki palsu untuk membantunya tetap berjalan.
Dan satu-satunya pemain selamat yang ikut tampil di laga tersebut adalah Alan Ruschel yang juga diberi mandat menjadi kapten Chapecoense di laga kali ini.
Demi menghormati tamu undangannya itu, Barcelona turun dengan kekuatan penuh. Marc-Andre ter Stegen, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta diturunkan sejak awal laga.
Tak ketinggalan, Lionel Messi dan Luis Suarez masuk dalam daftar line-up pasukan Ernesto Valverde itu. Menariknya, Gerard Deulofeu dipilih untuk menggantikan posisi Neymar yang hengkang. Pemain pertama yang dibeli Barcelona di bursa transfer kali ini sukses membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit.
Blaugrana tak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan keunggulan setelah Busquets sukses melesakkan gol melalui tembakan jarak jauh lima menit kemudian.
Deulofeu kembali menunjukkan kapasitasnya usai berkontribusi pada gol ketiga Barcelona. Umpannya dari sisi kanan pertahanan Chapecoense sukses diakhiri dengan baik oleh Messi di menit 28.
Setelah turun minum, giliran Suarez yang unjuk gigi. Sepakan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dibendung oleh penjaga gawang Chapecoense, Elias Curzel. Barcelona makin memperlebar keunggulan di menit 75 lewat Denis Suarez. Pemain yang masuk menggantikan Deulofeu itu berhasil mengonversi umpan terobosan yang disodorkan Messi.
Blaugrana sebenarnya berpeluang untuk menambah pundi-pundi golnya setelah wasit menunjuk titik putih akibat Nelson Semedo dilanggar di kotak terlarang. Akan tetapi, Paco Alcacer yang ditunjuk sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya. Pertandingan kemudian berakhir dengan skor 5-0 untuk kemenangan Barcelona.
Hasil akhir yang sudah bisa ditebak, toh, dilihat dari aspek manapun Chapecoense memang kalah telak dibanding Barcelona. Namun bukan itu yang terpenting, melainkan suatu sambutan bagi klub besar untuk sebuah klub yang mampu berbesar hati setelah tertimpa tragedi. Dan bisa jadi, banyak gol yang dicetak Barcelona ke gawang Chapecoense, sebanyak itu pula rasa hormat yang diberikan Messi dan kawan-kawan kepada mereka.
