Kumparan Logo

Piala Super Italia yang Mengekspos Berbagai Borok Juventus

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lazio juara Piala Super Italia. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Lazio juara Piala Super Italia. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

Sempat tertinggal dua gol, berhasil menyamakan kedudukan, tetapi akhirnya, Juventus kalah juga dari Lazio pada perebutan Piala Super Italia di Stadio Olimpico, Senin (14/8) dini hari WIB. Di laga itu, "Si Nyonya Tua" menyerah dengan skor akhir 2-3.

Lazio unggul lebih dulu lewat dua gol Ciro Immobile (32' & 54') sebelum Paulo Dybala (85' & 90'+1) menyamakan kedudukan. Adapun, gol kemenangan Lazio dicetak oleh pemain jebolan akademi, Alessandro Murgia, pada menit ke-90+4.

Dari laga ini, kumparan (kumparan.com) telah mengamati beberapa hal yang layak untuk diperbincangkan. Lewat tulisan ini, kami menyajikannya untuk Anda.

1) Cuadrado dan Barzagli di Kanan = Bencana

Wahai Massimiliano Allegri, apa sih yang Anda pikirkan?

Juventus sudah memiliki Mattia De Sciglio dan Douglas Costa, tetapi Allegri justru memilih Andrea Barzagli, seorang bek tengah berusia 36 tahun, dan Juan Cuadrado, pemain yang dikenal karena kecerobohan serta inkonsistensinya, sebagai starter.

Hasilnya, sisi kanan Juventus pun praktis tak berkutik. Cuadrado adalah titik di mana serangan Juventus kerapkali kandas. Sementara, Barzagli pun tidak bisa diandalkan untuk memberi dukungan dalam menyerang.

Sampai akhirnya De Sciglio dan Costa dimasukkan, Juventus benar-benar tidak mampu mengimbangi permainan Lazio.

Cuadrado (kiri) jadi titik lemah Juventus. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Cuadrado (kiri) jadi titik lemah Juventus. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

2) Juventus Memang Butuh Gelandang Tengah Baru

Lazio pada pertandingan ini bermain dengan tiga gelandang tengah. Artinya, mereka memiliki keunggulan jumlah atas lini tengah Juventus yang dihuni Miralem Pjanic dan Sami Khedira.

Sebenarnya, hal ini semestinya tidak akan menjadi masalah besar apabila pemain yang diturunkan Allegri bukanlah Khedira, melainkan Claudio Marchisio. Khedira memang bukan pemain yang punya kemampuan teknikal dan visi bermain bagus. Hasilnya, lini tengah pun gagal dikontrol oleh Juventus.

Alasan mengapa Marchisio akhirnya harus mendekam di bangku cadangan pun tidak diketahui. Namun, pemain 31 tahun itu memang memiliki riwayat kebugaran yang kurang baik. Padahal, "Sang Pangeran Kecil" seharusnya mampu menjadi jawaban atas persoalan-persoalan yang dimunculkan lini tengah Lazio.

Apabila memang Marchisio tidak lagi bisa diandalkan sepenuhnya, mau tidak mau Juventus memang harus mencari gelandang tengah berkualitas jika masih mau terus bergelimang gelar.

Khedira titik lemah Juventus di sentral lapangan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Khedira titik lemah Juventus di sentral lapangan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

3) Daniele Rugani Seharusnya Diberi Kesempatan

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Andrea Barzagli dan Medhi Benatia, Daniele Rugani sudah seharusnya mendapat tempat di starting XI Juventus. Atas klaim ini, kami punya dua argumen.

Pertama, Rugani sebenarnya sudah siap jika memang Allegri mau memberinya kepercayaan. Musim lalu, misalnya, ketika Giorgio Chiellini cedera, mantan pemain Empoli itu mampu menjawab kepercayaan dari sang Mister dan bahkan, sempat berkontribusi dalam mencetak gol-gol krusial.

Kedua, Rugani adalah sosok bek sentral yang punya kemampuan teknikal apik. Apabila Juventus ingin melakukan build-up serangan dari belakang, pilihan seharusnya jatuh kepada Rugani alih-alih Barzagli atau Benatia.

Barzagli seharusnya mulai menyingkir. (Foto: Reuters/Alberto Lingriav)
zoom-in-whitePerbesar
Barzagli seharusnya mulai menyingkir. (Foto: Reuters/Alberto Lingriav)

4) Douglas Costa Benar-benar Menjanjikan

Pada laga kali ini, Douglas Costa memang baru turun pada babak kedua. Akan tetapi, pemain asal Brasil ini adalah pembeda sesungguhnya bagi Juventus.

Costa benar-benar nyaman dengan bola di kakinya. Selain itu, dia juga punya pergerakan yang apik. Hasilnya, permainan Juventus pun menjadi lebih cair dan Paulo Dybala jadi tidak terlalu terisolasi sebagai pemain nomor 10. Tidak ada alasan lagi, pemain inilah yang seharusnya mengisi pos gelandang kanan Juventus dan bukan Cuadrado.

Douglas Costa, menjanjikan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Douglas Costa, menjanjikan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

5) Ciro Immobile Memang Sedang Panas

Dua gol dari Ciro Immobile berarti tiga hal. Pertama, pemain 27 tahun ini masih menunjukkan tren yang sudah ditampilkannya musim lalu di mana dia menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dengan 23 golnya.

Kedua, dua gol tadi merupakan pembuktiannya kepada Juventus yang sudah membuangnya bahwa sebenarnya, dia layak diberi kesempatan lebih. Terakhir, tahun depan adalah Piala Dunia dan apabila Immobile mampu secara konsisten menunjukkan performa seperti ini sepanjang musim, tak menutup kemungkinan dia akan menjadi penyerang utama Tim Nasional Italia, jika mereka lolos nanti.

Immobile merayakan gol ke gawang Juventus. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Immobile merayakan gol ke gawang Juventus. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)