Kumparan Logo

Polisi Gambarkan Suasana Ricuh di GBLA yang Berujung Bobotoh Meninggal

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Persib Bandung memberi dukungan saat pertandingan Persib Bandung melawan Bali United FC pada Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022).  Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Persib Bandung memberi dukungan saat pertandingan Persib Bandung melawan Bali United FC pada Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Kericuhan terjadi di luar stadion jelang laga Persib vs Persebaya di Piala Presiden pada Jumat (17/6) malam WIB. Pihak kepolisian menceritakan insiden yang menyebabkan meninggalnya dua Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Dua orang Bobotoh (suporter Persib) dilaporkan meninggal dunia di GBLA sebelum laga Persib vs Persebaya di Piala Presiden 2022. Polisi membenarkan hal tersebut, korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen.

Pihak kepolisian mengeklaim pengamanan di GBLA sudah sesuai rencana. Tim Polisi mengerahkan personel lengkap di empat pintu yang dibuka panitia pelaksana.

Namun, menurut Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung, banyak yang memaksa masuk dengan cepat. Sehingga terjadilah insiden yang menyebabkan korban di luar Stadion GBLA.

Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

"Nah, banyak yang masuk tidak sabar, tidak sabar ingin masuk, ingin buru-buru masuk. Kemudian tiba-tiba ada korban di luar, di depan pintu karcis bukan di dalam gedung, tetapi di depan pintu," ujar Kapolrestabes Bandung.

Kemudian, polisi menjelaskan bahwa korban saat itu berada di kerumunan. Karena berdesak-desakan, korban kemudian pingsan dan dibawa oleh ambulans ke Rumah Sakit Sartika Asih.

"Nah, dugaan kami seperti itu ingin buru-buru masuk ya itunya kan [pintu masuk] terbatas, nah ini ada pingsan kemudian kita bawa ke ambulans dan rumah sakit Sartika Asih." ucap Aswin Sipayung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan sempat terjadi jelang laga antara Persib dan Persebaya di Piala Presiden ketika ribuan suporter dari dua tim memaksa masuk ke dalam stadion. Adapun, laga itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan 'Maung Bandung'.

Pemain Persib Bandung Nick Kuipers (kiri) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya Januar Eka (kanan) saat pertandingan Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Korban meninggal akibat kehabisan oksigen. Kelompok suporter Persib, Viking Persib Club, juga merilis identitas korban meninggal dunia melalui akun Instagram-nya. Kedua orang tersebut berasal dari Bandung dan Bogor.

Pihak kepolisian pun mengucapkan duka mendalam atas adanya insiden tersebut. Kombes Aswin mengungkapkan, pihaknya kini sedang fokus takziah dan memberi santunan pada keluarga korban.

"Kami sedang fokus pada takziah, kemudian beri santunan kepada keluarga untuk meringankan pada saat mungkin pemakaman, kemudian nanti tahlilan tiga hari sampai tujuh hari, itu tugas kami." tandasnya.

Di sisi lain, Tobias Ginanjar selaku Sekretaris Viking Persib Club menyoroti soal kapasitas Stadion GBLA. Kemudian, ada indikasi bahwa penonton tak bertiket memaksa masuk.

"Pertama, kapasitas stadion menurut informasi resmi hanya 38.000 penonton, sedangkan tiket resmi dari panpel cuma 15.000. Dari jumlah itu kan jauh space-nya. Tapi bisa lihat sendiri, kemarin stadion semua tribune full terisi, bahkan bukan hanya di kursi, banyak yang tidak kebagian kursi juga, ada yang di pagar dan lain-lain. Artinya, kan, sisanya itu yang bertiket atau tidak?" terangnya

"Yang kedua, dari sejak masuk pun, saya merasakan ketidakteraturan dan ketidaksiapan dari penyelenggara. Dari mulai flow kendaraan masuk, itu tidak diatur rapi, sehingga berantakan. Di luar pun terasa berantakannya, sangat berdesak-desakan, untuk menuju stadion sudah semrawut."

"Jadi, tidak ada kesiapan untuk menyaring penonton. Karena ini kan animonya tinggi, hanya 15.000 tetapi tak ada upaya menyaring penonton dari sejak luar ring stadion. Jadi, mereka dibiarkan masuk, semua yang bertiket dan tak bertiket, sampai di pintu gerbang menuju stadion, pintu terakhir," lanjutnya.