Polisi: Suporter PSIS Tanggung Ganti Rugi Motor Warga yang Dibakar

18 September 2023 16:59
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ricuh suporter usai laga Persis Solo vs Semarang di sekitar Purwogondo, Solo, Jawa Tengah, pada 16 September 2023. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, memastikan bahwa kasus pembakaran sepeda motor warga usai laga Persis Solo vs PSIS Semarang, Sabtu (16/9), telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menyebut, suporter PSIS bersedia untuk bertanggung jawab mengganti biaya kerugian senilai harga motor itu.
ADVERTISEMENT
"Kami pastikan kasus pembakaran sepeda motor warga yang dilakukan suporter sudah ditanggung suporter PSIS Semarang. Jadi persoalan ini sudah clear," kata Sigit, Senin (18/9).
Kejadiannya memang saat itu usai laga, terjadi insiden lempar batu lalu motor warga menjadi sasaran kemarahan. Kini, Sigit mengatakan, Polres Sukoharjo sudah menjembatani antara korban dan perwakilan suporter PSIS untuk bertemu menyelesaikan masalah tersebut.
"Ada insiden saling lempar. Polisi sudah mengawal mereka. Motor warga kena sasaran di lokasi kejadian [dibakar suporter]," tandasnya.
Ricuh suporter usai laga Persis Solo vs Semarang di sekitar Purwogondo, Solo, Jawa Tengah, pada 16 September 2023. Foto: Dok. Istimewa
Lokasi pembakaran terjadi di wilayah kawasan Tugu Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pemilik sepeda motor tersebut adalah F (28 tahun), warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Sebelumnya, Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, menerangkan bahwa pada saat kejadian, ribuan suporter PSIS Semarang melakukan konvoi iring-iringan pulang dikawal petugas dari Stadion Manahan Solo menuju ke Semarang lewat Jalan Ahmad Yani Kartasura, Sukoharjo.
ADVERTISEMENT
"Tiba-tiba ada laporan kejadian [motor dibakar] itu kita tindaklanjuti. Lokasi kejadian ada Barat Tugu Kartasura," katanya kepada wartawan, Minggu (17/9).
Ayah korban, yakni I, menjelaskan kronologi kejadian. Menurut sang ayah, yang saat kejadian sedang berada di rumah, F keluar sekitar jam segitu untuk pergi membeli makan. Ia juga menerangkan, motor itu adalah inventaris milik yayasan sekolah tempat sang istri bekerja yang masih diangsur setiap bulan.
"Kronologinya, menurut anak saya sama orang kampung [setempat], awalnya anak saya mau beli makan keluar. Tempatnya di dekat pintu keluar terminal Kartasura yang baru. Di situ kan ada arak-arakan suporter yang lewat Solo-Semarang," katanya saat ditelepon kumparan, Minggu (17/9).
"Anak saya sempat minggir dulu, maksudnya membiarkan mereka lewat. Ada suporter dari Persis yang keluar dari pintu keluar terminal, jadi terjadi gesekan karena suporter PSIS tahu ada suporter Solo yang masuk ke gang desa saya, Desa Purwogondo."
ADVERTISEMENT
"Anak saya sempat berhenti di situ, nah, terus terjadi bentrok itu. Dia tidak tahu, kirain cuma lewat. Eh, si suporter Semarang itu malah lempar-lempar batu katanya. Dia lari, motor ditinggal, gak sempat kepikiran bawa motor, yang penting menyelamatkan diri dulu, kunci motor masih dipegang," lanjut sang ayah.