Kumparan Logo

Polisi Tangkap 4 Fans Pembawa Flare Jelang Laga Liverpool vs Man City

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu suporter menyalakan flair di samping logo Liverpool. Foto: Phil Noble/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu suporter menyalakan flair di samping logo Liverpool. Foto: Phil Noble/Reuters

Bentrok berkelas Liverpool melawan Manchester City di Anfield, Minggu (3/10), dirusak oleh kelakuan sejumlah fans. Mereka membuat situasi tidak kondusif dengan melempar flare di luar stadion sebelum laga Liga Inggris itu dimulai.

Polisi turun tangan untuk menangani kejadian tersebut. Pihak kepolisian Merseyside mengungkap bahwa mereka sudah menangkan empat orang fans buntut aksi pelemparan flare tersebut.

“Kami telah mendakwa empat orang menyusul insiden flare di Anfield kemarin, Minggu, 3 Oktober,” ungkap pihak kepolisian Merseyside, dikutip dari The Sun.

“Sekitar pukul 15:05, empat orang diidentifikasi memiliki flare di area Anfield, salah satunya dilempar namun, tidak menyebabkan kerusakan," tambah mereka.

Selebrasi suporter Liverpool merayakan kemenangan Premier League di luar Anfield. Foto: Carl Recine/Reuters

Dalam pernyataan yang sama, petugas juga mengungkap usia dan asal para pelaku. Hanya saja, nama dan alamat tempat tinggal empat orang tersebut tetap dirahasiakan.

"Kami telah menangkap pria berusia 38 tahun asal kota Liverpool atas pelemparan dan kepemilikan flare, pria berusia 22 tahun dari Ballycastle, County Antrim atas kepemilikan flare, lalu seorang pemuda berusia 19 tahun atas kepemilikan flare saat mencoba masuk area stadion dan seorang pria berusia 35 tahun dari Beelfast, County Antrim atas kepemilikan ganja, pelemparan dan kepemilikan flare," tulis mereka.

Asisten kepala kepolisian Rob Carden mengatakan bahwa para pelaku menunjukkan kalau mereka bukan suporter sejati.

“Respons cepat dari petugas kami di lapangan dapat membuat tiga penangkapan dan penyitaan flare yang dapat mengakibatkan kerusakan," ucap Carden.

“Orang-orang yang terlibat dalam perilaku seperti itu bukanlah suporter sejati, tetapi dampak dari tindakan mereka merusak fan yang betul-betul ingin menyaksikan pertandingan tim mereka.”

“Kecepatan identifikasi dan penahanan adalah sebuah penghargaan atas kinerja petugas yang hadir,” tambahnya.

Pendukung Liverpool merayakan gelar juara Premier League 2019/2020 di luar Stadion Anfield, Liverpool, Inggris. Foto: Matthew Childs/REUTERS

Tak cuma itu saja drama yang mewarnai duel Liverpool vs Man City. Ada pula klaim kejadian staf Man City diludahi oleh fans Liverpool. Pihak The Reds mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut.

Di sisi lain, laga Liverpool vs Man City berakhir imbang 2-2. Liverpool sempat unggul dua kali, akan tetapi Man City bisa mengejar. Dua gol Liverpool hadir lewat Sadio Mane (59') dan Mohamed Salah (76'), sementara gol balasan Man City dicetak oleh Phil Foden (69') dan Kevin De Bruyne (81').

Penulis: Ahmad Zilky