Kumparan Logo

Presiden La Liga Semprot Bos PSG: Angkuh, seperti Orang Kaya Baru

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. Foto: Franck Fife/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. Foto: Franck Fife/AFP

Baru-baru ini, Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, melakukan wawancara dengan media Spanyol, Marca. Dalam wawancara itu, ia memberikan pernyataan kontroversial yang memicu reaksi balik dari Presiden La Liga, Javier Tebas.

Tebas menanggapi pernyataan dari presiden klub raksasa Prancis itu melalui cuitan di media sosial pribadinya. Ia mempermasalahkan salah satu komentar Al-Khelaifi yang melakukan pembelaan atas tindakan yang dilakukan oleh PSG.

“Al-Khelaifi memang berbeda, dia menganggap kami semua bodoh [bahkan dia tidak sadar kalau berbohong] dan dia muncul di Marca memberikan pernyataan dengan angkuh seperti 'orang kaya baru',” tulis Tebas di Twitter.

"Memang aturan sepertinya sudah tidak berlaku lagi bagi PSG. Namun, kami akan terus berjuang demi sepak bola yang berkelanjutan, tanpa adanya kecurangan," pungkasnya.

Presiden La Liga, Javier Tebas. Foto: Reuters/Albert Gea

Dalam wawancara tersebut, bahkan Nasser Al-Khelaifi berbicara seolah tidak mengindahkan Tebas sebagai orang penting di balik La Liga. Padahal beberapa waktu yang lalu, La Liga telah memproses jalur hukum terhadap PSG atas dugaan pelanggaran FFP ketika Kylian Mbappe gagal menuju Real Madrid.

Aturan FFP sejauh ini memang masih berlaku untuk seluruh klub di Eropa, meskipun sudah ada rumor bahwa hal ini akan segera dicabut oleh UEFA. Dalam peraturan tersebut, tim-tim tidak bisa seenaknya berfoya-foya untuk mendatangkan pemain baru.

Real Madrid sebenarnya hampir selangkah lagi, untuk mendatangkan penyerang muda asal Prancis tersebut. Sayangnya, negosiasi mereka gagal, setelah Mbappe memutuskan untuk bertahan di tim berjuluk Les Parisiens itu.

Dalam situasi ini, sesungguhnya Real Madrid sudah tidak ingin ambil pusing. Namun, La Liga masih bersikeras untuk menuntut PSG atas kegagalan transfer tersebut. Tebas curiga bahwa PSG telah melakukan pelanggaran, setelah memperpanjang kontrak Mbappe dengan nilai kontrak 400 juta euro (sekitar Rp 6,25 triliun).

Pemain Paris St Germain Kylian Mbappe mengangkat kaus setelah menandatangani kontrak baru, di Parc des Princes, Paris, Prancis, Sabtu (21/5/2022). Foto: Christian Hartmann/REUTERS

Hal itu menurut Tebas cukup janggal, mengingat PSG saat ini sedang mencatatkan kerugian besar, hingga 224 juta euro (sekitar Rp 3,4 triliun) pada laporan keuangan akhir 2021. Berdasarkan informasi L’Equipe, banyaknya pengeluaran yang dilakukan oleh PSG lebih ditimbulkan karena perpanjangan kontrak Kylian Mbappe.

Soal alasan Mbappe bertahan di PSG, Al-Khelaifi sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa pemainnya tersebut memang tetap ingin bermain di Parc des Princes, karena kecintaan terhadap kota dan negaranya. Maka dari itu, ia rela menolak gaji besar dari Real Madrid.

Penulis: Bennartho Denys