Profil Joan Laporta, Presiden Anyar Barcelona yang Janji Pertahankan Messi

Joan Laporta resmi menjabat lagi sebagai Presiden Barcelona. Ini setelah ia memenangi pemilu internal klub yang hasilnya diumumkan pada Senin (8/3) dini hari WIB.
Dalam pemilihan itu, Laporta mengalahkan dua kandidat lain, Victor Font dan Toni Freixa. Ia pun kembali memimpin Blaugrana setelah sebelumnya mengisi jabatan itu pada 2003-2010.
Laporta boleh berbangga atas sejarahnya di Barcelona. Selama periode kepemimpinannya, Barcelona memenangi total 12 trofi.
Di antaranya ada empat titel La Liga dan dua trofi Liga Champions. Selain itu, Barcelona juga memenangi tiga Piala Super Spanyol, satu UEFA Super Cup, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Bahkan, Barcelona meraih treble saat ia duduk di kursi presiden. Waktu itu, Barcelona yang dilatih Pep Guardiola meraih treble di musim 2008/09.
Bukan itu saja, La Masia mengirim pemain-pemain top untuk tim inti Barcelona. Di antaranya adalah Lionel Messi dan Andres Iniesta. Selain itu, Barcelona juga mendapatkan pemain bintang macam Ronaldinho dan Samuel Eto'o lewat kebijakan transfer.
Sekarang, Laporta kembali berkuasa di Camp Nou. Dia akan memimpin klub tersebut sampai 2026 nanti. Laporta menjadi pengganti Josep Maria Bartomeu yang sempat ditangkap polisi karena Barcagate.
Salah satu poin menarik dari terpilihnya Laporta adalah klaim soal Messi. Saat kampanye, Laporta mengatakan bahwa Messi akan hengkang kalau ia tak terpilih.
Sekarang, Laporta harus berlomba dengan waktu. Kontrak Messi akan habis pada Juni 2021 nanti dan ia sudah diperbolehkan berbicara dengan klub lain.
Namun, bukan itu saja tugas Laporta. Dia harus membenahi keuangan klub yang dilaporkan sangat parah. Ya, Barcelona kini terlilit utang mencapai 1,17 miliar euro atau sekitar Rp 20 triliun.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
