Kumparan Logo

Profil Nasser Al-Khelaifi: Bos PSG yang Labrak Wasit & Ancam Bunuh Staf Madrid

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. Foto: Franck Fife/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. Foto: Franck Fife/AFP

Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, sedang menjadi sorotan karena kelakuannya yang mengamuk pada wasit usai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2021/22, Kamis (10/3). Bos Les Parisiens itu bahkan kabarnya mengancam karyawan Real Madrid.

Dalam laga di Estadio Santiago Bernabeu itu, PSG keok 1-3 dari Madrid, yang berarti mereka tersingkir dari Liga Champions karena cuma sempat menang 1-0 di leg pertama. Namun, Al-Khelaifi menilai bahwa wasit tidak adil.

Gol pertama Karim Benzema di menit 61 menjadi sumbu tersulutnya emosi bos PSG tersebut. Dalam terciptanya gol itu, Benzema dianggap lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Gianluigi Donnarumma yang mendapat backpass dari pemain PSG.

Situasinya kala itu PSG sudah unggul duluan berkat gol Kylian Mbappe. Dan akhirnya, gol Benzema itu menjadi titik balik Madrid comeback. Lalu, menurut Top Mercato, Al-Khelaifi mengamuk sampai menendang bendera yang dibawa oleh salah satu asisten wasit. Bahkan, ia juga mengancam hendak membunuh staf Madrid.

Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi. Foto: GABRIEL BOUYS/AFP

"Menurut Javier Herraez dari Cadena SER, bos PSG telah menuntut agar karyawan tersebut menghapus rekaman itu [rekaman Al-Khelaifi ngamuk]. Didampingi oleh Direktur Olahraga, Leonardo, Herraez membenarkan bahwa Al-Khelaifi terdengar berteriak, 'Aku akan membunuhmu'," tulis laporan Diario AS.

Profil Nasser Al-Khelaifi: Bos PSG yang Labrak Wasit & Ancam Bunuh Staf Real Madrid

Mari mendalami profil Nasser Al-Khelaifi di stori ini. Nasser bin Ghanim Al-Khelaifi lahir di Doha, Qatar, pada 12 November 1973. Menurut pemaparan Goal International, ayahnya adalah nelayan mutiara.

Dulunya, Al-Khelaifi muda adalah atlet tenis profesional. Rekam jejaknya dapat ditemukan di situs web Association of Tennis Professionals (ATP) dan International Tennis Federation (ITF). Ia pernah menjadi anggota tersukses kedua dari tim Piala Davis Qatar setelah Sultan Khalfan.

Lulusan Qatar University dan University of Piraeus ini bermain tenis profesional sejak 1992 sampai 2004. Peringkat tertinggi Al-Khelaifi di sektor tunggal adalah 995 pada akhir tahun 2002.

Al Khelaifi, bos PSG dan QSI. Foto: Reuters/Christian Hartmann

Lantas, bagaimana ceritanya dia bisa berkecimpung di sepak bola? Semua berawal sejak 2011 ketika ia menjadi chairman perusahaan bernama Qatar Sports Investments (QSi). QSi sifatnya adalah dana kekayaan negara yang didedikasikan untuk investasi di industri olahraga dan rekreasi di tingkat nasional dan internasional.

Nah, pada Juni 2011, bulan yang sama dengan Al-Khelaifi diangkat jadi Chairman QSi, QSi mengakuisisi PSG. Al-Khelaifi ditunjuk jadi CEO klub dan ketua dewan direksi. Ia baru menjadi presiden klub pada Oktober 2011.

Sejak berada di bawah QSi dan Al-Khelaifi, PSG menjelma menjadi kekuatan baru Eropa. PSG pernah mendatangkan berbagai pemain top, seperti Zlatan Ibrahimovic, Dani Alves, Marco Verratti, Edinson Cavani, Ezequiel Lavezzi, Neymar, Kylian Mbappe, dan lain-lain.

Bahkan, dua nama terakhir berstatus pemain dengan transfer termahal dunia nomor satu dan dua saat ini. Dengan skuad bertabur bintang, mereka nyaris selalu bisa menjuarai Liga Prancis dan kompetisi domestik lainnya.

Neymar bersama Nasser Al Khelaifi. Foto: Reuters/Christian Hartmann

Jelang awal musim 2021/22, PSG membuat gebrakan dengan merekrut Lionel Messi, Georginio Wijnaldum, Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, bahkan Sergio Ramos. Mereka digadang-gadang bakal menyapu banyak gelar, termasuk Liga Champions musim ini.

Namun nyatanya, performa tim tak seperti yang diharapkan. PSG masih bisa kalah dari tim-tim papan bawah Prancis. Teranyar, mereka terlempar dari Liga Champions.

Masalah Al-Khelaifi sendiri tak cuma soal mengamuk itu. Sehari jelang laga dini hari tadi, pria berusia 48 tahun itu harus menghadapi tudingan terkait ‘kasus suap’ yang pernah menimpa dirinya dua tahun silam.

Menurut laporan The Sun, Pengadilan Federal Swiss mengajukan banding terkait kasus suap yang menyeret sosok yang juga menjadi chairman beIN Sports tersebut. Pengadilan yang terletak di Bellinzona itu memutuskan untuk membuka kembali perkara yang telah ditutup sejak 2020.

Dalam kasus tersebut, Al-Khelaifi diduga telah menyuap eks sekretaris FIFA, Jerome Valcke, agar beIN Sports mendapat hak siar sejumlah ajang bergengsi. Dalam kasus ini, ia menyuap Valcke untuk memperoleh hak tayang Piala Dunia 2026 dan 2030. Ia kembali didakwa 28 bulan penjara seperti 2020.