Kumparan Logo

PSSI Masih Dalami Kabar Pengeroyokan Suporter Indonesia di Malaysia

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi pendukung Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aksi pendukung Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Video pengeroyokan dua suporter Indonesia oleh oknum pendukung Malaysia beredar luas di media sosial. Insiden itu menjadi perhatian PSSI dan pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

PSSI sejauh ini belum banyak berkomentar. Federasi sejauh ini masih mencari tahu identitas korban.

“Ini dari video kan. Kami (PSSI) menerima setelah perjalanan pulang ke Indonesia tanggal 21 November. Kami belum bisa berkomentar banyak karena sedang mengklarifikasi. Ini kejadian di mana, siapa, dan jam berapa. Kami coba bertanya ke panitia pelaksana Malaysia. Mereka sedang mencari tahu,” kata Nugroho Setiawan, Kepala Departemen Keamanan, Keselamatan, dan Infrastruktur PSSI, kepada kumparanBOLA, Jumat (22/11/2019).

Demi mendalami kasus tersebut, PSSI akan melaporkan ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menindaklanjuti. Intinya, federasi ingin insiden tersebut terang.

Pendukung Timnas Indonesia di dalam stadion jelang pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Kami berpikir positif. Sejauh ini keterangan yang kami dapat tidak terjadi apa pun dan tidak ada laporan. Namun, kami tetap ada praduga dan harus klarifikasi. Setelah rapat internal, kami akan melaporkan ke Polri untuk dilakukan penyelidikan secara resmi,” ujar Nugroho.

Selain ke Polri, PSSI mengambil langkah lain. Federasi mencoba berhubungan langsung kepada pihak federasi sepak bola Malaysia (FAM).

“Dari PSSI mencoba melakukan klarifikasi ke pihak FAM. Kami coba ke jalur komunikasi yang ada,” tutur Nugroho.

kumparanBOLA sendiri sempat bertemu dengan Fuad Naji, suporter Indonesia yang dikeroyok itu. Ia menceritakan bagaimana kronologi penganiayaan yang dialami dirinya dan seorang rekannya.

kumparan post embed