Pukul Supir Taksi di Denmark, Penjara Menanti Bendtner

Nicklas Bendtner dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kota Kopenhagen atas kasus penganiayaan terhadap salah satu supir DanTaxi pada Jumat (2/11/2018). Kini, hukuman 50 hari di penjara telah menanti penyerang berkebangsaan Denmark itu.
Penganiayaan ini tepatnya terjadi pada 9 September dini hari waktu Kopenhagen. Menurut laporan media Denmark, Ekstra Bladen, Bendtner menghajar rahang supir taksi dengan begitu keras.
Saking kerasnya, Rasmus Krochin selaku Manajer Komunikasi DanTaxi mengatakan supir taksi mereka itu telah dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah dihajar Bendtner. Atas sebab itulah, DanTaxi kemudian membawa kasus ini ke meja hijau.
“Saya bisa mengonfirmasi bahwa supir kami menjadi korban kekerasan. Kami mendapatkan laporan ini pagi ini. Adapun, sang supir saat ini telah berada di meja operasi untuk memperbaiki rahangnya yang remuk,” kata Krochin kala itu, dilansir Ekstra Bladen.
Meski begitu, Bendtner tak bisa langsung menjalani hukuman. Pengacara Bendtner ingin mengajukan banding sebab mantan penyerang Arsenal itu merasa tak bersalah.
Dalam cerita versi Bendtner, dia merasa supir taksi itulah yang memulai keributan. Supir taksi itu melemparinya botol dan kaleng kepadanya dan pacarnya ketika keluar taksi tanpa membayar. Karena tak terima harga dirinya diinjak-injak, bogem mentah melayang dari Bendtner untuk si supir taksi.
Untungnya bagi Bendtner, dia masih mendapatkan dukungan dari Rosenberg, yang merupakan klub yang mempekerjakannya saat ini. Begitulah yang dikatakan Tove Moe Dyrhaug selaku CEO Rosenborg.
“Kami pikir apa yang terjadi kepadanya tak bagus untuk citra klub dan Nicklas. Tapi, dia tetap pemain kami dan kami tetap ingin mempertahankannya,” ucap Dyrhaug kepada Reuters.

Ngomong-ngomong, ini bukan kali perdana Bendtner bermasalah dengan supir taksi di Denmark. Pada tahun 2014, Bendtner, atau kerap mendapatkan predikat Lord di internet, pernah dilaporkan karena membuka celananya lalu menggosok tubuhnya di bodi sebuah mobil taksi.
Setelah itu, Bendtner mengucap beberapa kata kasar yang dialamatkan kepada sang supir. Tindakan tersebut pada akhirnya bikin sang supir trauma. Sang supir bahkan berujar kepada The Guardian bahwa dirinya tak pernah mengalami kejadian seperti itu meski telah menjadi pemabuk selama 25 tahun.
Kejadian itu pada akhirnya membuat manajemen Arenal punya alasan lain untuk melepas Bendtner di akhir musim 2013/14. Alasan satunya lagi, tentu saja karena performa Bendtner terus menurun sejak musim 2008/09.
Bayangkan saja, Bendtner kerapkali gagal mencetak gol di depan gawang dengan kondisi tak terkawal. Pada akhirnya, Bendtner pindah ke Wolfsburg di bursa transfer musim panas 2014 dengan status bebas transfer.
Namun, nasibnya tak berubah, karena Bendtner cuma bisa mencetak 9 gol dalam dua musim. Akhirnya, dia pun dilepas ke Nottingham Forrest di musim 2016/17 sebelum pada akhirnya hijrah ke klub Denmark, Rosenborg semusim setelahnya. Ada-ada saja, sih, kelakuanmu, Lord!
