Kumparan Logo

Rashford Akui Lingard Salah soal Video Liburan yang Kontroversial

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marcus Rashford dan Jesse Lingard di sesi latihan Manchester United. Foto: Josep LAGO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Marcus Rashford dan Jesse Lingard di sesi latihan Manchester United. Foto: Josep LAGO / AFP

Bintang muda Manchester United, Marcus Rashford, mengakui bahwa unggahan video rekan setimnya, Jesse Lingard, kala mereka berdua berlibur bersama adalah sebuah kesalahan.

Lingard mengunggah video liburannya bersama Rashford dan beberapa teman mereka di Miami, Amerika Serikat, Juni 2019 lalu, ke Snapchat. Di video itu, Lingard mendeskripsikan hotel yang mereka tempati.

Sayangnya, pria berusia 27 tahun ini menyebutkan kata-kata yang tidak pantas di video tersebut. Video itu semakin kontroversial setelah rekan Lingard dan Rashford yang bernama Jamal Branker terlihat memeragakan adegan yang tidak senonoh.

Video ini kemudian viral dan dapat dilihat di berbagai media sosial. Tentu saja, reaksinya beragam, tetapi kebanyakan menyayangkan dan mengkritik ulah Lingard yang mengunggah hal seperti ini ke media sosial pribadinya. Bahkan, beredar isu bahwa pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, murka akibat tersebarnya video ini.

Rashford tampak menyesali ulah partnernya itu. Namun, penyerang muda itu meminta orang-orang untuk mengerti bahwa Lingard hanya terbawa suasana liburan saja. Selain itu, ia menyatakan bahwa Solskjaer belum membahas ini dengannya dan Lingard.

“Saya belum berbicara dengan pelatih atas masalah ini. Dari sudut pandang saya, ini adalah sebuah kesalahan, tetapi orang-orang mestinya paham bahwa ia hanya menikmati liburannya. Selain itu, tak banyak lagi yang bisa saya ucapkan,” kata Rashford, dikutip dari ESPN.

Lingard tumbang saat menghadapi Liverpool. Foto: Reuters/Phil Noble

Lingard memang sering dikritik akibat aktivitasnya di media sosial. Ia kerap kali dilabeli berlebihan, aneh, tidak pantas, dan kekanak-kanakan oleh banyak orang --bahkan suporter timnya sendiri. Aktivitas media sosialnya ini juga dianggap sebagai penyebab dari performanya yang menurun.

Kebetulan, Lingard tak menjalani musim yang hebat di 2018/2019. Di Premier League, ia hanya mampu mengemas 21 penampilan dengan catatan empat gol dan dua assist. Padahal, di Premier League 2017/2018, Lingard mampu tampil sebanyak 33 kali dan menorehkan delapan gol dan lima assist.

Menariknya, legenda United sekaligus pundit ternama, Gary Neville, menyatakan bahwa kritik yang datang kepada Lingard berlebihan. Neville menegaskan bahwa apa yang dilakukan Lingard adalah sesuatu yang normal dan lebih baik ketimbang apa yang dilakukan oleh banyak pesepak bola di masanya.

Lingard pada laga versus Burnley. Foto: Andrew Yates/Reuters

“Lingard tidak minum (minuman beralkohol). 20 tahun lalu, pesepak bola yang berlibur akan minum selama empat minggu. Mana yang lebih baik, pemain yang bercanda atau pemain yang mabuk-mabukan? Anda tentu akan memilih pemain yang sadar, dan mungkin berlatih serius sepanjang hari,” kata Neville, dilansir dari talkSPORT.

“Pemikiran bahwa seorang pemain bermain buruk karena terlihat konyol di media sosial adalah pemikiran yang buruk. Anda tak boleh lupa bahwa Lingard tetap serius saat latihan. Ia masih muda, dan media sosial adalah media juga, jadi, sudahlah,” tambahnya.