Kumparan Logo

Real Madrid Tumbangkan Roma 4-3 Lewat Drama Bangkit di Liga Champions

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jude Bellingham merayakan gol pertama Real Madrid bersama Trent Alexander-Arnold, Kylian Mbappe, Brahim Diaz, dan Vinicius Junior. Foto: REUTERS/Thomas Peter
zoom-in-whitePerbesar
Jude Bellingham merayakan gol pertama Real Madrid bersama Trent Alexander-Arnold, Kylian Mbappe, Brahim Diaz, dan Vinicius Junior. Foto: REUTERS/Thomas Peter

Real Madrid membalikkan kedudukan atas Roma dari tertinggal 1-3 menjadi kemenangan 4-3 dalam pertandingan babak kedua fase liga Liga Champions di Stadion Olimpico. Seperti dikutip dari laporan Goal, raksasa Spanyol tersebut mampu bangkit pada menit-menit akhir babak kedua meskipun sempat tertekan oleh taktik agresif tim tuan rumah.

Kemenangan dramatis ini menambah catatan sejarah penampilan gemilang klub Spanyol tersebut di panggung Eropa. Gol penentu kemenangan tercipta secara beruntun menjelang laga usai melalui perubahan strategi yang diterapkan dari bangku cadangan.

Krisis Lini Tengah Real Madrid pada Babak Pertama

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, langsung menerapkan taktik penekanan tinggi sejak peluit pertama dibunyikan untuk merusak ritme permainan Real Madrid. Strategi tersebut berjalan sangat efektif dalam menekan lini tengah tim tamu yang diisi oleh Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.

Keputusan pelatih Jose Mourinho memasang kombinasi gelandang tersebut membuat Real Madrid kesulitan mengalirkan bola keluar dari tekanan pemain Roma. Akibat kegagalan menguasai bola di area vital, pertahanan tim tamu akhirnya jebol dan mengakibatkan Roma mencetak gol pembuka.

Kylian Mbappe sempat menyamakan kedudukan lewat aksi individu yang gemilang tanpa dukungan permainan kolektif tim. Namun, Roma kembali memegang kendali penuh dan berhasil mencetak dua gol tambahan hingga memimpin dengan skor 3-1.

Perubahan Taktik Jose Mourinho Membalikkan Keadaan

Jose Mourinho menyadari kelemahan timnya setelah Roma berhasil menyarangkan gol ketiga ke gawang Real Madrid. Sang pelatih dengan cepat mengambil tindakan dengan memasukkan Arda Guler pada menit ke-58 untuk menambah daya kreatif di lini tengah.

Masuknya Bernardo Silva pada menit ke-69 semakin memperkuat dominasi penguasaan bola Real Madrid di area pertahanan lawan. Meskipun harus menarik keluar Vinicius Junior, keputusan ini terbukti berhasil mematahkan pincer movement yang dibangun oleh para pemain Roma.

Perubahan komposisi pemain tersebut membuat alur serangan Real Madrid menjadi jauh lebih hidup dan mengancam. Tim tamu bahkan sempat mendominasi penguasaan bola hingga berhasil mencetak tiga gol balasan dalam durasi tujuh menit terakhir pertandingan.

Kegagalan Taktik Bertahan Gian Piero Gasperini

Gian Piero Gasperini sebenarnya sukses menjalankan skenario permainan pada awal laga hingga mampu unggul dua gol. Namun, keputusan taktis sang pelatih pada akhir babak kedua justru menjadi penyebab utama kekalahan tragis yang dialami timnya.

Keputusan menarik Tchouameni membuat Valverde menjadi satu-satunya gelandang bertahan yang tersisa di lapangan bagi tim tamu. Namun, Roma tidak memanfaatkan celah tersebut dan justru memilih menarik lini pertahanan mereka terlalu dalam ke belakang.

Strategi bertahan yang terlalu pasif tersebut memberikan ruang bebas bagi para pemain Real Madrid untuk terus mengurung area kotak penalti lawan. Roma yang terus kehilangan bola akhirnya tidak mampu menahan gelombang serangan hingga harus menyerah di kandang sendiri.