Resmi Rekrut Joe Hart, Burnley Koleksi Kiper Timnas Inggris

Nasib Joe Hart akhirnya jelas juga. Usai tak diperpanjang peminjamannya oleh West Ham dan tak mendapat tempat di Manchester City, penjaga gawang berusia 31 tahun itu akhirnya berlabuh di Burnley.
Seperti dilansir Sky Sports, The Clarets mendatangkan Hart dari City dengan banderol sebesar 3,5 juta poundsterling saja (sekitar Rp 65 miliar). Kiper kelahiran Shrewsbury itu kemudian bakal dikontrak dalam jangka waktu dua tahun.
Burnley adalah klub ketiga Hart sejak tak mendapatkan tempat di City pasca-kedatangan Guardiola pada 2016 silam. Manajer berpaspor Spanyol itu membutuhkan kiper dengan distribusi bola mumpuni dan Hart tak punya kriteria tersebut.
Oleh karena itu, setelah tahu tak mendapat tempat, dia sempat hijrah ke Torino dan kemudian ke West Ham pada musim lalu. Dua-duanya berstatus pinjaman. Hingga kemudian akhirnya Burnley dipilih sebagai klub barunya. Sebuah pilihan yang sebenarnya menarik.
Sebab, Burnley sejauh ini sudah diperkuat oleh dua penjaga gawang Tim Nasional (Timnas) Inggris, Nick Pope dan Tom Heaton. Hart pun menjadi yang ketiga mengingat dia juga masih kerap mendapat panggilan untuk memperkuat pasukan 'Tiga Singa'.
Yang menarik, Pope baru saja membela Inggris di Piala Dunia 2018 lalu meski cuma jadi kiper ketiga. Sementara Heaton dan Hart berada di tim yang sama kala 'Tiga Singa' berlaga di Piala Eropa 2016 silam.
Namun, Burnley bakal kehilangan Pope dalam jangka waktu yang lama karena kiper berusia 26 tahun itu tengah mengalami cedera dislokasi bahu. Itu juga yang jadi alasan utama mengapa mereka ngotot mendatangkan kiper baru.

Selain itu, kondisi Heaton juga belum 100% mengingat pada musim lalu dia absen lama juga karena masalah cedera. Sebabnya, Hart bisa saja langsung mendapat tempat jadi kiper utama Burnley meski ketika dua pesaingnya pulih, posisinya bisa tergusur.
Hart sendiri pada musim lalu cuma mencatatkan 19 penampilan untuk West Ham di ajang Premier League. Berdasar Squawka, dari jumlah itu dia mampu mencatatkan 2,47 penyelamatan per laga, 1,21 penyelamatan per gol, dan punya presentase distribusi bola sebesar 49%. Bukanlah catatan yang buruk.
Di musim 2018/19 kelak, dia jelas perlu menunjukkan kemampuan terbaiknya lagi. Terlebih Burnley juga tampil di kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Europa. Jika bisa tampil gemilang dan jadi nomor satu, bukan tak mungkin pintu Timnas Inggris akan terus terbuka lebar baginya.
