Kumparan Logo

Revierderby: Sejarah, Air Mata, dan Hal-hal Gila di Dalamnya

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelandang Schalke, Daniel Caligiuri (kiri), dan gelandang Dortmund, Thomas Delaney, berebut bola dalam Revierderby. Foto: AFP/Ina Fassbender
zoom-in-whitePerbesar
Gelandang Schalke, Daniel Caligiuri (kiri), dan gelandang Dortmund, Thomas Delaney, berebut bola dalam Revierderby. Foto: AFP/Ina Fassbender

Bundesliga Jerman akan kembali dengan gelegar. Sabtu (16/5/2020), dalam rangkaian pertandingan spieltag ke-26, Revierderby antara Borussia Dortmund dan Schalke 04 bakal tersaji di Signal Iduna Park.

Pada pertemuan pertama musim ini, Dortmund dan Schalke gagal menjawab ekspektasi besar publik sepak bola. Berlaga di VELTINS-Arena, Gelsenkirchen, pada akhir Oktober 2019, kedua kesebelasan cuma mampu bermain imbang 0-0.

Ekspektasi itu sendiri tidak muncul begitu saja. Ada alasan kuat mengapa orang mengharapkan banjir gol di Revierderby. Salah satu alasannya adalah karena Revierderby musim 2017/18 bisa memproduksi 10 gol, dengan 8 di antaranya tercipta pada satu partai.

25 November 2017, Dortmund menjamu Schalke di Signal Iduna Park. Mereka sukses menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0. Akan tetapi, pada babak kedua, Schalke pun bisa mencetak empat gol, termasuk satu gol yang dicetak Naldo pada masa injury time.

Hasil 4-4 itu adalah salah satu bukti betapa panasnya Revierderby. Di Jerman, bahkan derbi ini disebut sebagai 'Ibu dari Segala Derbi'. Nah, sebagai bekal untuk menyambut laga tersebut besok, kumparanBOLA akan sampaikan beberapa fakta menarik darinya.

embed from external kumparan

Asal-usul Revierderby

Revierderby sebenarnya bukan istilah eksklusif untuk menyebut pertandingan antara Dortmund dan Schalke. Revierderby adalah nama bagi seluruh pertandingan yang melibatkan tim-tim dari Lembah Ruhr, termasuk Duisburg, Bochum, dan Rot-Weiss Essen.

Revier merupakan nama Jerman dari Ruhr itu sendiri, yang mulanya berasal dari kata Bergbaurevier atau 'area pertambangan'. Sebagai dua kota tambang batu bara penting, Dortmund dan Gelsenkirchen pun kemudian menjadi rival.

Dortmund sendiri kemudian berkembang menjadi kota industri baja. Sementara, Gelsenkirchen tetap setia dengan tambang batu baranya. Namun, rivalitas sudah kadung tertanam dan akhirnya sepak bola pun menjadi proksi.

Revierderby antara Dortmund dan Schalke bermula pada medio 1920-an, tepatnya pada 1925. Ketika itu Schalke merupakan tim terhebat di Jerman yang dikenal akan permainan dari kaki ke kaki. Istilah Schalker Kreisel muncul untuk menggambarkan keindahan sepak bola Schalke kala itu.

Pada tiga pertandingan pertama, Schalke selalu berhasil menang atas Dortmund. Bahkan, Schalke sukses menghajar Dortmund 7-2 dalam perjumpaan tahun 1927.

Dominasi Schalke tersebut berlanjut sampai sebelum Perang Dunia II terakhir. Dari 1936 sampai 1944, Schalke memenangi 14 dari total 16 pertemuan dengan Dortmund. Namun, pada 1947, Dortmund sukses menjadi juara Liga Westphalia dengan menundukkan Schalke.

video youtube embed

Keberhasilan Dortmund memenangi final Liga Westphalia 1947 itu menjadi titik balik bagi mereka. Pada era Oberliga yang berlangsung dari 1947-1963, Dortmund sudah berhasil unggul atas Schalke, meski tipis. Dari 32 partai, mereka menang 15 kali dan kalah 10 kali.

Ketika era Bundesliga dimulai pada 1963, Dortmund pun membukanya dengan dominasi total. Dari 10 laga kontra Schalke, delapan di antaranya mereka menangi. Meski demikian, Schalke perlahan mampu mengejar ketertinggalannya.

Sejak Bundesliga dibentuk, Dortmund dan Schalke sudah bertemu 95 kali. Dortmund masih unggul dengan 33 kemenangan tetapi Schalke pun sudah menang 32 kali. Dengan begitu, secara keseluruhan, Schalke masih unggul atas Dortmund.

Air Mata di Revierderby

Mengalami kekalahan, lalu terdegradasi atau gagal meraih gelar juara, tentunya sudah cukup menyakitkan. Sekarang, coba bayangkan kekalahan itu terjadi di sebuah laga sebesar Revierderby.

Pada 1972, Dortmund terlempar dari Bundesliga setelah dikalahkan oleh Schalke. Dortmund sendiri saat itu sedang berada dalam tren Revierderby yang buruk karena sejak 1968 mereka tak pernah memetik kemenangan atas sang rival.

Butuh waktu hampir satu dekade bagi Dortmund untuk kembali meraih kemenangan. Pada 1977, tepatnya, Die Borussen mampu menumbangkan Schalke dengan skor tipis 1-0 lewat gol Lothar Hubner.

Striker Schalke, Breel Embolo, merayakan gol di kandang Dortmund. Foto: AFP/Ina Fassbender

Setelah mengirim Dortmund ke divisi dua pada 1972, Schalke juga berhasil membuat sang seteru gagal menjuarai Bundesliga pada 1991. Kemenangan 5-2 yang mereka petik membuat Dortmund harus merelakan titel juara ke tangan Stuttgart.

Pada 2007, Dortmund sukses membalas dendam di skenario serupa. Menariknya, pesaing utama Schalke untuk meraih gelar juara Bundesliga musim 2006/07 itu juga Stuttgart.

Dalam Revierderby di akhir musim 2006/07 itu Dortmund menundukkan Schalke lewat gol-gol Alexander Frei dan Ebi Smolarek. Akibatnya, kans The Royal Blues merebut titel Bundesliga perdana pun melayang.

Para Protagonis Revierderby

Dari pertandingan akbar, lahirlah pahlawan yang namanya akan selalu dikenang. Naldo, misalnya, takkan dilupakan para pendukung Schalke berkat gol dramatisnya yang membuat Dortmund kehilangan tiga angka pada 2017.

Sebelum Naldo, Revierderby mengenal nama Robert Lewandowski. Saat ini, striker Polandia itu dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Bersama Bayern Muenchen, Lewy telah mencetak 36 gol di Bundesliga dan Liga Champions musim ini.

Kehebatan Lewandowski itu bermula dari Revierderby edisi 2010. Didatangkan dari Lech Poznan pada musim panas, Lewandowski mencetak gol Bundesliga perdananya dalam laga melawan Schalke di VELTINS-Arena yang dimenangi Dortmund 3-1.

Robert Lewandowski saat masih berseragam Dortmund. Foto: AFP/Patrik Stollarz

Dua tahun sebelum Lewandowski membuka rekening gol di Bundesliga, Alexander Frei menjadi penyelamat buat Juergen Klopp dalam Revierderby pertamanya.

Saat mulai menangani Dortmund pada 2008, Klopp langsung dihadapkan dengan Revierderby pada pekan keempat. Mulanya, laga itu tampak bakal berakhir dengan bencana bagi Klopp, setelah Schalke mencetak dua gol pada babak pertama.

Usai rehat, Heiko Westermann menambah keunggulan Schalke menjadi tiga gol. Dortmund berada di ambang kekalahan memalukan.

Syukurnya, mereka masih punya Frei yang setahun sebelumnya membuat Schalke gagal juara liga. Striker Swiss itu mengorkestrasi comeback Dortmund lewat dua gol dan satu assist-nya untuk Neven Subotic.

Gol Frei itu salah satunya tercipta di pengujung laga lewat titik putih. Klopp disebut tidak berani melihat eksekusi penalti Frei tetapi langsung melonjak kegirangan begitu mendengar seisi stadion bersorak.

Mundur ke 1997, ada Jens Lehmann yang mencatatkan rekor spesial. Pada Desember 1997, lewat sebuah sundulan, Lehmann menjadi kiper Bundesliga pertama yang sukses mencetak gol dari open play untuk membawa Schalke bermain imbang 2-2.

video youtube embed

Lehmann meninggalkan Schalke pada 1998 untuk bergabung dengan Milan. Namun, karena gagal bersaing dengan Christian Abbiati dan Sebastiano Rossi, Lehmann mudik ke Jerman semusim berselang. Menariknya, dia kemudian membela Dortmund sampai dibeli Arsenal pada 2003.

Kegilaan di Revierderby

Namanya juga derbi, pasti ada tindakan-tindakan yang ramashok dalam sejarah pertemuan Dortmund dengan Schalke. Misalnya, pernah ada orang yang secara sadar dan tanpa paksaan membawa seekor singa ke stadion.

Orang ini bukan orang biasa, melainkan Presiden Schalke, Guenter Siebert. Singa itu sendiri dipinjamnya dari kebun binatang Gelsenkirchen. Ketika sampai di Parkstadion (kandang lama Schalke), Siebert mengajak singa kecil itu berpatroli di sentelban, bahkan juggling bola di lapangan.

Pertanyaannya, apa yang membuat Siebert melakukan itu?

Membawa singa ke stadion adalah hal gila tetapi Siebert punya rationale-nya sendiri. Tindakan itu merupakan wujud balas dendam karena pada pertemuan sebelumnya di musim 1968/69, seorang pemain Schalke digigit anjing suporter Dortmund saat bertanding.

Pemain Schalke malang itu bernama Friedel Rausch. Untungnya, Rausch masih bisa melanjutkan permainan usai diberi suntikan tetanus.

video youtube embed

Anjing yang menggigit Rausch itu sendiri merupakan milik seorang pendukung Dortmund yang menyamar menjadi polisi supaya bisa menonton pertandingan. Namanya Blitz dan rupanya dia bukan good boy.

Pemisahan Utara-Selatan di Revierderby

Tahukah Anda mengapa para suporter garis keras Borussia Dortmund memberi dukungan hebatnya dari tribune selatan Signal Iduna Park?

Jawabannya sederhana. Yakni, karena pihak klub tak mau para suporternya memiliki kesamaan dengan pendukung Schalke.

Sebelum Dortmund pindah ke Signal Iduna Park pada 1974, para suporter mereka memberi dukungan dari tribune utara Stadion Rote Erde. Karena suporter Schalke memberi dukungan dari tribune utara Parkstadion, Dortmund kemudian bertindak.

Mereka memindahkan suporternya ke tribune selatan sampai akhirnya kini Dortmund memiliki apa yang disebut sebagai Suedkurve (kurva selatan). Ya, sesengit itulah memang rivalitas antara Dortmund dan Schalke.

-----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.