Kumparan Logo

Rezaldi Hehanusa: Penerus Aji Santoso yang Selalu Bekerja Keras

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas U-22, Rezaldi Hehanusa. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas U-22, Rezaldi Hehanusa. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Dari banyak tipe pesepak bola di Indonesia, tampaknya cukup sulit menemui mereka yang benar-benar andal dengan kaki kirinya. Setelah Aji Santoso, Tim Nasional (Timnas) Indonesia bahkan cukup kesulitan mendapatkan pemain kidal, terutama di pos bek kiri.

Pada era 1990-an, skuat 'Garuda' pernah memiliki Aji Santoso--salah satu bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Akan tetapi, setelah itu, belum ada pengganti yang sepadan. Alhasil, dalam beberapa kesempatan, pelatih Timnas Indonesia cenderung untuk mengakalinya.

Pada Piala Asia 2007 misalnya, Ivan Kolev menaruh M. Ridwan di posisi bek kiri. Posisi Ridwan yang kala itu membela PSIS Semarang malah sebenarnya merupakan winger kanan.

Begitu pula ketika Piala AFF 2010. Alfred Riedl memilih menempatkan M. Nasuha di pos bek kiri, yang berposisi asli sebagai bek kanan.

Ketika Piala AFF 2016, Indonesia sejatinya memiliki bek kiri mumpuni pada diri Abduh Lestaluhu. Sayangnya, performa penggawa PS TIRA itu cenderung menurun setelahnya, sehingga tak lagi mendapatkan kesempatan di Timnas Indonesia pada era Luis Milla.

Namun, Timnas Indonesia tampaknya kini sudah menemukan sang penerus Aji Santoso pada diri Rezaldi Hehanusa. Semenjak pertama kali melatih, Milla seperti tak bisa melepaskan ketergantungannya kepada pemain Persija ini. Tak ayal, Bule--sapaan akrabnya--selalu menjadi pilihan utama dari sang pelatih.

Setelah sempat tak datang pada pemanggilan pelatnas perdana, Bule akhirnya bergabung dengan Timnas U-23 jelang SEA Games di Malaysia. Penampilannya stabil hingga berperan penting dalam raihan medali perunggu dengan lesatan satu gol cantiknya.

Seperti dilansir situs resmi PSSI, sebelum berseragam Garuda di Dada, Bule memulai karier bersama klub amatir Persitangsel Tangerang Selatan. Di sana, ia bergabung selama dua tahun yakni 2013 hingga 2015. Pada 2016, Persija sedang membutuhkan pemain. Bule ikut seleksi dan lolos masuk skuat utama.

Pemain Persija, Rezaldi Hehanussa (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persija, Rezaldi Hehanussa (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

"Awalnya saya tidak menyangka masuk tim Persija karena saya hanya pemain dari tim amatir. Alhamdulillah hasil kerja keras di Persija selama ini memberi hasil. Saya dipanggil Timnas Indonesia. Saat itu bahkan saya dan orang tua sempat tidak menyangka," kata Bule.

Pemain kelahiran Jakarta ini juga menorehkan dua gelar pribadi dalam dua tahun terakhir. Gelar tersebut yakni pemain muda terbaik kompetisi Liga 1 dan Piala Presiden 2018.

Selama bersama timnas, baik Timnas U-23 atau senior, Bule tercatat telah memainkan laga sebanyak 12 kali dengan dua gol. Sedangkan, bersama Persija, ia telah memainkan laga sebanyak 29 kali dan mencetak satu gol dalam dua musim terakhir.

"Setelah masuk Timnas Indonesia yang jelas suasananya sangat menyenangkan, saya sangat senang sekali bisa bergabung terus bersama mereka. Suasana enak dan gembira dan semoga saya selalu dapet tempat di Timnas U-23 ini sampai Asian Games 2017 nanti," ucapnya.

"Untuk bisa mendapatkan tempat di bek kiri saya rasa tidak mudah, pasti ada persaingan tapi kita tetap fair dan tergantung pilihan pelatih. Saya akan kerja keras, terus belajar, selalu maksimal dalam latihan dan berdoa," tambahnya.

Persija juara Piala Presiden (Foto: Dok. Media Persija)
zoom-in-whitePerbesar
Persija juara Piala Presiden (Foto: Dok. Media Persija)

Kerja keras pemain 22 tahun ini juga tercermin dalam keseharian. Pemain yang sudah menjadi idola pendukung Persija Jekarta ini, punya kebiasaan menambah porsi latihan sendiri. Ini dilakukannya untuk meningkatkan kualitasnya di lapangan.

“Saya memang selalu menambah porsi latihan sendiri, setelah subuh saya selalu rutin latihan joging. Setelah istirahat selama setengah jam dan sarapan roti, dilanjutkan latihan resmi," katanya.

Setelah masuk timnas, Bule masih memiliki impian besar dalam karier sepak bolanya.

“Saya ingin meraih gelar internasional bersama timnas Indonesia. Ini akan menjadi kebanggaan, menjadi juara dengan seragam berlambang Garuda,” pungkasnya.