Rivaldi Bawuo dan Peluangnya Mencuri Tempat Utama

Setelah simpang siur, Arema akhirnya memperkenalkan Rivaldy Bawuo sebagai penggawa barunya. Rivaldi diperkenalkan pada Kamis (14/12/2017) usai menandatangani kontrak bersama “Singo Edan”. Bawuo diperkenalkan bersama pemain anyar lainnya, Agil Munawar, yang didatangkan dari PS TNI.
"Mereka memang saya rekomendasikan untuk dikontrak. Karena karakter bermain keduanya sesuai dengan kebutuhan tim untuk musim depan,” kata pelatih Arema, Joko Susilo, seperti dilansir situs resmi klub.
Dibandingkan pemain lain, gaung kedatangan Rivaldi memang tak seberapa kencang. Berstatus pemain Liga 2, nama Rivaldi tak banyak diketahui oleh publik. Begitu pula dengan kesebelasan asalnya, Kalteng Putra, yang tak berhasil menembus babak semifinal.
Di balik itu, keberadaan Rivaldi sebenarnya menguntungkan. Ia tak hanya punya naluri gol yang tajam tettapi juga masih berusia muda dan pengalaman bermain di beragam level kompetisi.
Pertanyaannya, apakah Rivaldi bisa menjadi pilihan utama di lini depan “Singo Edan”?
Secara taktik, peluang Rivaldi untuk menjadi pilihan utama sebenarnya tak sedikit. Pengalamannya bermain secara reguler pada Liga 2 musim lalu membuat ia memiliki kualitas yang tak buruk.
Menurut beberapa sumber, Rivaldi memiliki kemampuan dribel dan tembakan yang cukup apik. Dengan kemampuan tersebut, pada musim lalu, ia selalu dipercaya oleh Kas Hartadi untuk tampil secara reguler di lini depan.
Kesempatan bermain secara reguler pun dimanfaatkan oleh Rivaldi untuk unjuk gigi. Sampai babak delapan besar Liga 2, Rivaldi mencatat total 17 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Liga 2.
Apa yang dilakukan oleh Rivaldi pada gelaran Liga 2 musim lalu, bisa jadi tak dapat terulang di Liga 1 musim depan. Bawuo tak hanya punya berhadapan dengan Cristian Gonzales dan Dedik Setiawan, tapi juga dirinya sendiri.
Gonzales boleh jadi adalah lawan terberat Bawuo untuk menyegel status penyerang inti. Berbekal ketajaman, kelihaiannya mencari posisi, dan pengalaman bermain selama beberapa musim di kompetisi level teratas, kemungkinan Gonzales untuk tergusur begitu kecil.
Pada usia yang menginjak kepala empat, kemampuan teknik Gonzales tak jauh menurun. Meski tak lagi cepat dan mampu bergerak liat, penguasaan bolanya masih sulit direbut. Selain itu, ia masih memiliki sepakan yang terarah dan sundulan yang mematikan.
Selain Gonzales, Arema punya kejutan lain di lini depan bernama Dedik Setiawan. Kendati baru bergabung satu musim, penampilan Dedik benar-benar tak mengecewakan. Enam gol dan tiga assist dari 28 pertandingan jadi bukti penampilan apik Dedik.
Hal terakhir yang menjadi persoalan Rivaldi adalah ia tak memiliki pengalaman bermain pada kompetisi level tertinggi. Sejak memilih berkarier pada kompetisi sepak bola profesional, Rivaldi tak pernah bermain untuk kesebelasan yang berada di level teratas.
17 gol Rivaldi memang membuktikan bahwa ia adalah penyerang yang tajam. Persoalannya, ia harus bermain pada kompetisi yang jauh lebih berat dan kesebelasan yang memiliki persaingan di lini depan ketat.
