Kumparan Logo

Rivalitas Klasik Indonesia dan Thailand Membara di Final ASEAN Cup

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Timnas Indonesia vs Thailand Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Indonesia vs Thailand Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tim nasional Indonesia menantang Thailand dalam pertandingan final turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup di Jakarta pekan ini. Pasukan Garuda berhasil mengamankan tiket partai puncak setelah meraih kemenangan besar dengan skor telak sembilan dua atas Bangladesh pada laga pamungkas fase grup. Kemenangan fantastis tersebut sekaligus menobatkan skuad asuhan John Herdman sebagai tim paling produktif sepanjang babak penyisihan kompetisi.

Sementara itu, Thailand melenggang ke babak final dengan sangat meyakinkan setelah mengemas kemenangan beruntun atas Pakistan dan Vietnam lebih awal. Meskipun mereka sempat terpeleset saat menurunkan tim pelapis melawan Filipina di laga terakhir, kekuatan utama tim berjuluk Changsuek ini dipastikan akan kembali tampil penuh di laga penentu.

Kembalinya Thom Haye dan Kekuatan Utama Kedua Tim

Pelatih kepala Indonesia John Herdman mendapatkan amunisi tambahan yang sangat berharga menjelang laga perebutan gelar juara ini. Gelandang berpengalaman Thom Haye dipastikan bisa kembali merumput setelah sebelumnya harus absen akibat menjalani hukuman akumulasi kartu saat melawan Filipina.

Di kubu lawan, pelatih Thailand Anthony Hudson juga siap menurunkan kembali barisan pemain pilar yang sempat diistirahatkan pada pertandingan sebelumnya. Kehadiran para pemain utama ini diperkirakan akan membuat duel di lini tengah berjalan sangat sengit sepanjang sembilan puluh menit pertandingan.

Duel Kunci Calvin Verdonk Melawan Sarach Yooyen

Pertarungan taktis di lapangan akan sangat bergantung pada performa bek sayap andalan Indonesia yaitu Calvin Verdonk. Pemain yang berposisi sebagai full-back tangguh ini selalu tampil sejak menit pertama dalam tiga pertandingan fase grup dan menjadi pilar penting baik saat bertahan maupun menyerang.

Calvin Verdonk akan berhadapan langsung dengan gelandang berpengalaman Thailand yaitu Sarach Yooyen yang dikenal sangat tenang di bawah tekanan. Sarach Yooyen akan bertindak sebagai pembagi bola sekaligus tembok pertahanan pertama untuk meredam agresivitas serangan cepat yang dibangun oleh para pemain depan Indonesia.

Perebutan Medali Perunggu antara Malaysia dan Vietnam

Selain partai final, kompetisi ini juga menyajikan laga perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Malaysia dengan Vietnam. Malaysia gagal melaju ke final dengan sangat tidak beruntung karena mereka sebenarnya tidak terkalahkan dan tidak pernah kebobolan sepanjang fase grup. Kemenangan besar enam gol tanpa balas atas Singapura pada laga terakhir tidak cukup menyelamatkan posisi mereka karena kalah produktivitas gol dari Indonesia.

Di sisi lain, Vietnam harus merelakan tiket final setelah menderita kekalahan dari Thailand pada laga kedua fase grup. Meskipun demikian, kemenangan atas Filipina dan Pakistan di laga lainnya menjadi modal berharga bagi tim untuk menghadapi Malaysia dalam perebutan medali perunggu.

Ambisi Besar Meraih Gelar Juara Perdana

Bek tangguh Thailand Manuel Bihr menegaskan bahwa mencapai partai puncak memang sudah menjadi target utama timnya sejak awal kompetisi bergulir. Melalui pernyataan resminya, sang pemain bertahan menyampaikan, “Mencapai babak final adalah target utama bagi Thailand, dan kami sangat fokus untuk memenangkan trofi ini.”

Di kubu Indonesia, Kevin Diks juga menyampaikan rasa antusiasmenya setelah melewati malam luar biasa yang membawa tim melaju ke partai puncak. Ia mengungkapkan, “Itu adalah malam yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kami siap memberikan segalanya di pertandingan final nanti.”