Kumparan Logo

Ronaldinho dan Cerita-cerita Magisnya

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi Ronaldinho di El Clasico. (Foto: AFP/Pierre-Philippe Marcou)
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi Ronaldinho di El Clasico. (Foto: AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Sepak bola indah berutang pada Ronaldinho. Lewat gerak kakinya dan tipuan khasnya, Ronaldinho membuat pertandingan lebih dari sekadar pertarungan dua kesebelasan di atas lapangan.

Memang, masih banyak orang atau kesebelasan lain sebelum Ronaldinho yang mengejawantahkan sepak bola indah. Namun, selayaknya pahlawan, ada hal soal Ronaldinho yang wajib kita kenang.

kumparan (kumparan.com) menyisir setiap perjalanan Ronaldinho. Dari kesebelasan, pekan, hingga kompetisi untuk mencari bagaimana ia menciptakan sebuah momen yang patut diingat dari indahnya sepak bola. Berikut di antaranya:

Pertandingan Lokal 1993

Nama Ronaldinho mulai dikenal ketika tampil pada perkenalan kakaknya, Roberto de Assis Moreira, bersama Gremio. Ronaldinho yang kala itu berusia delapan tahun bersikap selayaknya anak kecil lain, yang merusak jalannya acara.

Momen kedua ia dikenal seantero Brasil adalah ketika tampil luar biasa dalam suatu pertandingan lokal. Saat itu, Ronaldinho berusia 13 tahun dan ia mencetak semua gol timnya yang total berjumlah 23.

embed from external kumparan

Usai pertandingan tersebut, banyak pencari bakat lokal mencari tahu siapa Ronaldinho. Gremio beruntung. Ronaldinho memilih mereka sebagai pelabuhan awal kariernya sebagai pesepak bola.

Piala Dunia 2002

Hampir 16 tahun yang lalu, Ronaldinho masuk dalam skema Luis Felipe Scolari untuk Tim Nasional (Timnas) Brasil pada Piala Dunia 2002. Ia tampil di belakang dua penyerang berbahaya, Rivaldo dan Ronaldo.

embed from external kumparan

Pada menit ke-50, Paul Scholes melanggar Kleberson di sisi kiri pertahanan Inggris. Dari pelanggaran tersebut, Ronaldinho tampil sebagai eksekutor dan hampir semua pemain Brasil berada di kotak penalti Inggris. Melihat hal itu, kiper Inggris, David Seaman, pun berdiri di dekat mereka.

Perkiraan Seaman ternyata salah. Ronaldinho justru mengarahkan bola menuju gawangnya. Sepakan Ronaldinho tak kencang, tapi tak mampu diantisipasi oleh Seaman, yang kadung berdiri jauh dari gawangnya. Gol!

Ligue 1 2002

Semua ketertarikan dimulai dari gambaran-gambaran indah. Menurut banyak pihak, ketertarikan Barcelona terhadap Ronaldinho dimulai ketika ia tampil untuk Paris Saint-Germain (PSG) ketika menghadapi Olympique Marseille pada Ligue 1 musim 2002/03.

embed from external kumparan

Laga ini menjadi buah bibir karena dihadiri banyak pencari bakat kesebelasan-kesebelasan top Eropa. L’Equipe bahkan menyatakan bahwa tribune VIP Parc des Princes jauh lebih ramai ketimbang biasanya karena kedatangan mereka.

Dalam laga tersebut, Ronaldinho dimainkan oleh pelatih Luis Fernandez sebagai gelandang serang tengah. Tugas tersebut dilakukan oleh Ronaldinho dengan apik. Ia mengobrak-abrik pertahanan Marseille dan mencetak dua dari tiga gol kemenangan PSG.

La Liga 2003

Ronaldinho datang di Barcelona dengan beban berat. Beban untuk tampil selayaknya David Beckham, beban untuk menjawab keraguan Joan Laporta, dan beban untuk mengangkat kembali nama Barcelona di Spanyol, Eropa, dan dunia.

embed from external kumparan

Ronaldinho menjawab itu dengan debut yang memuaskan. Menghadapi Sevilla pada pekan kedua La Liga 2003/04 di Camp Nou, September 2003, ia mencetak gol yang selalu diingat oleh pendukung Blaugrana.

Mendapatkan bola dari daerah permainannya, Ronaldinho mengecoh Marti. Tak lama, ia menipu Casquero yang hendak merebut bola dari kakinya. Dramanya ditutup dengan sepakan kencang yang tak mampu dihalau oleh kiper Sevilla, Antonio Notario.

La Liga 2005

Bagi pendukung Real Madrid, musim 2005/06 adalah momen di mana mereka memberi hormat kepada Barcelona.

embed from external kumparan

Alasan mereka memberi hormat kepada Barcelona saat itu hanya satu: Barcelona tahu bagaimana bermain sepak bola dengan indah. Mengandalkan Ronaldinho, Lionel Messi, Samuel Eto’o, dan Deco Souza, Barcelona meluluh-lantakkan Madrid dengan skor 3-0. Dalam laga itu sendiri, Ronaldinho mencetak dua gol.

Ronaldinho mencetak gol perdana dalam laga ini lewat liukan khasnya. Melewati dua pemain, ia melepaskan ke tiang dekat dan mengecoh Iker Casillas yang mati langkah. Gol keduanya tak kalah apik. Ia melewati Sergio Ramos lewat langkah yang membingungkan sebelum—lagi-lagi—menipu Casillas.