Kumparan Logo

Ronaldo Sebut Lapangan di Luksemburg seperti Ladang Kentang

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cristiano Ronaldo dalam petandingan melawan Luksemburg. Foto: AFP/John Thys
zoom-in-whitePerbesar
Cristiano Ronaldo dalam petandingan melawan Luksemburg. Foto: AFP/John Thys

Megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, tampak kesal dengan kualitas lapangan di Josy Barthel Stadium, markas Luksemburg.

Setelah Portugal bertemu dengan Luksemburg dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (17/11/2019) malam WIB, Ronaldo menyatakan bahwa lapangan di Josy Barthel Stadium bak ladang kentang.

Di laga tersebut, Portugal berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-0. Ronaldo bahkan mencetak satu di antara dua gol tersebut.

Dari situ, Ronaldo tampak tak terlalu terpengaruh dengan kondisi lapangan di Josy Barthel Stadium. Namun, penggawa Juventus itu menegaskan bahwa permainannya dan timnya tak sesuai harapan. Buat Ronaldo, kondisi lapangan menjadi salah satu penyebabnya.

“Sangat sulit bermain di lapangan seperti ini. Sejujurnya, ini adalah ladang kentang. Saya tak paham bagaimana tim dengan level seperti kami mesti bermain di lapangan seperti ini,” kata Ronaldo, dikutip dari Reuters.

“Penampilan kami tak memuaskan. Namun, untungnya, kami menuntaskan tugas kami,” tambahnya.

Kondisi lapangan di Josy Barthel Stadium, markas Luksemburg, yang mengenaskan. Foto: REUTERS/Johanna Geron

Dari gambar yang beredar, lapangan di Josy Barthel Stadium memang terlihat tak layak pakai. Beberapa rumputnya tercabut. Bahkan, ada beberapa bagian lapangan yang bolong-bolong.

Kondisi rumput yang seperti itu tak hanya mengganggu permainan, tetapi juga berbahaya bagi pemain. Berbagai cedera, mulai dari pergelangan kaki hingga lutut, rentan terjadi di lapangan seperti ini.

Kebetulan, kondisi Ronaldo tengah tidak fit. Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, sempat menyatakan bahwa Ronaldo mengalami masalah pada lututnya. Bisa saja, cedera Ronaldo bertambah parah akibat bermain di lapangan yang tak layak.

Menyoal cederanya, Ronaldo mengaku bahwa ia sudah merasa tidak bugar sejak pertandingan perdana Portugal di jeda internasional ini—melawan Lithuania (15/11).

Coba perhatikan lapangannya, mengenaskan, bukan? Foto: REUTERS/Johanna Geron

Meskipun begitu, pria berusia 34 tahun itu menegaskan bahwa ia rela berkorban demi negaranya. Memang, Portugal baru memastikan diri lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 setelah mengalahkan Luksemburg.

“Saya mengorbankan diri sendiri untuk tim. Kami bisa saja gagal masuk ke Piala Eropa 2020. Saya untungnya tak sering cedera, tetapi hal seperti ini bisa saja terjadi. Cedera ini membuat saya tak bisa memberikan 100 persen. Namun, saya selalu mencoba,” ucap Ronaldo.