Kumparan Logo
Wayne Rooney di Manchester United
Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United.

Rooney di Man United: Dari Hattrick Debut hingga Gol Salto di Derbi

kumparanBOLAverified-green

comment
121
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Man United di laga debut Wayne Rooney Foto: PAUL BARKER / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Man United di laga debut Wayne Rooney Foto: PAUL BARKER / AFP

David Seaman tak berdaya menyelamatkan gawangnya dari gempuran remaja yang kuliah saja belum. Ketika itu, 23 Maret 2003, Arsenal menelan kekalahan pertama mereka di Premier League 2002/03. Laga yang digelar di Goodison Park itu tuntas dengan kemenangan 2-1 untuk Everton dan menggaungkan nama seorang pemuda bernama Wayne Rooney.

Asa untuk menutupnya laga--setidaknya--dengan skor imbang tidak berlebihan. Toh kedudukan imbang 1-1 sampai menit 90. Namun, itu sebelum Rooney menghajar mereka dengan sepakan kencang dari luar kotak penalti.

Rooney mempersetankan manuver Sol Campbell. Bek tengah yang sudah malang melintang di ranah sepak bola Inggris itu dibuatnya seperti pesepak bola kemarin sore.

Lewat gol tersebut Rooney tak sekadar mempersembahkan kemenangan buat Everton. Rooney juga memenuhi kebutuhan suporter sepak bola Inggris akan emosi dan sukacita yang meluap lewat atraksi sirkusnya.

Sir Alex Ferguson mengawasi. Keberadaannya ibarat agen MI6 di film-film. Ia tidak perlu mengendap-ngendap. Ia tak perlu bersembunyi, ia bisa hadir di mana pun dan tersenyum ramah kepada orang-orang yang dilihatnya.

Wayne Rooney (kiri), bermain untuk Everton di sebuah laga derbi menghadapi Liverpool. Foto: AFP/Steve Parkin

Namun, misi Sir Alex hampir selalu berhasil--jika 'selalu' memang berlebihan. Anak ingusan itu memang masih membela Everton, tetapi tak lama lagi, ia akan menjadi cerita penting di Manchester United.

Setelah 13 tahun membela United, Rooney angkat kaki. Ia berkelana bahkan sampai ke DC United di MLS. Musim dingin 2020 ini Rooney kembali ke Inggris. Ia tak pulang ke Old Trafford dalam bentuk apa pun. Ia datang ke Derby County, menjadi pemain dan pelatih sekaligus.

Namun, Rooney kembali bertemu United di Piala FA 2019/20. Kemenangan Derby atas Northampton di babak keempat memastikan reuni itu bakal terwujud pada 6 Maret 2020. Merayakan 'kepulangan' Rooney, kami merangkum lima penampilan terbaiknya bersama Manchester United.

Hattrick di Laga Debut

Rooney melakoni debutnya sebagai pemain United di macthday pertama fase grup Liga Champions 2004/05. United menang 6-2 atas Fenerbahce dan di dalamnya ada hattrick Rooney.

Bermain sebagai penyerang kiri, Rooney tak bosan menunggu bola, tak lelah mengejar bola. Begitu bola sampai di kaki atau kepalanya, Rooney berubah menjadi orang yang tak peduli dengan taktik dan hitungan logika.

Ia menembak dari jarak yang mungkin membikin Sir Alex geram. Sang pelatih pikir anak muda ini kelewat naif, congkak luar biasa, ingin pamer skill. Akan tetapi, Rooney paham apa yang dilakukannya. Mungkin ia cuma menuruti kata hati, lalu membikin tembakannya jadi tak terduga.

Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United. Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND

Keran gol Rooney di laga itu dibuka denga sundulan yang memanfaatkan umpan silang Kléberson. Sebelas menit berselang, Rooney berulah lagi. Setelah menerima umpan mendatar, ia berlari meninggalkan tiga pemain dan menceploskan bola ke gawang Fenerbahce.

Rooney belum selesai. Ia melengkapi torehan golnya mejadi hattrick pada menit 54. Ada banyak cara untuk melakoni debut. Rooney menandai kedatangannya di United dengan hattrick di Liga Champions.

Mendatangkan Eric Cantona lewat Tendangan Lob

Eric Cantona spesial bagi Manchester United. Dia menjadi salah satu kunci kebangkitan United. Hormat bukan cuma diberi oleh suporter United dan publik Old Trafford, tetapi juga sepak bola Inggris.

Keputusan Cantona untuk gantung sepatu berulang kali membuat suporter United bernostalgia, memenuhi beberapa menit dalam satu hari mereka dengan berandai-andai kapan Cantona bisa kembali bermain.

Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United. Foto: AFP/OLI SCARFF

Rooney bukan Cantona. Perjalanannya kala itu masih jauh untuk bisa menjadi seperti pesepak bola Prancis itu. Akan tetapi, Rooney membiarkan suporter United merasakan kembali semenyenangkan apa rasanya ada Cantona dalam timmu.

Tentu Rooney tidak meminta Cantona untuk kembali bertanding. Namun, Rooney mencetak gol dengan cara yang disebut-sebut Cantona-esque.

Gol itu muncul saat United berlaga melawan Portsmouth di Piala FA 2007. David James, kiper Portsmouth, memberi ancaman kepada Rooney yang kala itu menguasai bola di tepi kotak penalti. Dalam keadaan seperti, para pemain pada umumnya akan melepas umpan ke belakang atau membuang bola.

Rooney berbeda. Alih-alih mengumpan, ia melepaskan tendangan lob langsung ke arah gawang. James salah langkah. Tak ada yang bersiaga di depan gawang, bola melesat mulus memberikan keunggulan 2-0 bagi United beberapa menit jelang waktu normal tuntas. Konon, gol itu disebut-sebut mirip gol Cantona saat melawan Sunderland pada 1996.

Agar laga United vs Liverpool Tak Selalu tentang Ribut-ribut Evra dan Suarez

Rooney membuat cerita lain tepat saat Luis Suarez menolak untuk bersalaman dengan Patrice Evra pada 11 Februari 2012. Dua golnya memastikan United menang 2-1 atas Liverpool di Old Trafford. Gol pertama muncul pada menit 47. Ia menyambut sepak pojok Ryan Giggs dengan sontekan di depan gawang.

Rooney kembali menyulut sorak di Old Trafford tiga menit berselang. Kegigihan Antonio Valencia melepaskan diri dari kepungan empat pemain Liverpool berbuah manis. Rooney merespons perlawanan kawannya dengan berlari ke dalam kotak, meninggalkan dua pemain Liverpool yang mengejar.

Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United. Foto: AFP/PAUL ELLIS

Sinyal tanda waspada dibunyikan senyaring-nyaringnya, Rooney membobol gawang Liverpool untuk kedua kalinya. Media menggila dengan konflik Suarez dan Evra.

Namun, Rooney tak mau orang-orang yang menyaksikan laga ini hanya mengingat ribut-ribut tak jelas. Lantas, adakah yang lebih baik dengan mencetak gol kemenangan di laga melawan 'musuh' terbesarmu?

Tendangan Voli Melawan Newcastle United

Rooney tidak berkharisma seperti Cantona. Ia bukan orang yang sangat meledak-ledak seperti Roy Keane. Jika Cantona berwarna putih dan Keane hitam, Rooney adalah abu-abu.

Pemain lawan bisa memancing Rooney. Kalau sudah terpancing, Rooney tidak meledak, ia terusik. Namun, terusik saja bisa membuat kawan-kawan dan pelatihnya waswas. Rooney datang ke laga itu dengan perasaan terancam karena ia tak mampu mencetak satu gol pun dalam lima pertandingan.

Bandingkan dengan kawan-kawannya kala itu: Paul Scholes mencetak enam gol dan Alam Smith membukukan lima gol. Sementara, Cristiano Ronaldo dan Ruud van Nistelrooy menorehkan masing-masing empat gol.

Wayne Rooney ketika berseragam Manchester United. Foto: AFP/OLI SCARFF

Itu pula yang terjadi saat United bertanding melawan Newcastle United di Premier League 2004/05, tepatnya 24 Februari 2005. Rooney terlihat marah selama 57 menit jalannya laga. Kepalanya seperti mau mendidih karena wasit mengabaikan pelanggaran yang dilakukan Alan Shearer kepadanya.

Akan tetapi, Rooney melahap semua amarahnya. Menggunakan emosi yang hampir tak tertahankan itu mencetak gol lewat tendangan voli dari luar kotak. Gol itu diawali dengan umpan lambung Wes Brown yang dipatahkan oleh sundulan pemain Newcastle, Darren Fletcher.

video youtube embed

Manuver itu membuat bola melambung liar. Rooney tak mau membuang waktu. Tanpa pikir panjang ia menyambar bola dengan sepakan voli lewat kaki kanannya. Tendangan itu bukan tembakan sporadis. Arahnya tepat ke tengah gawang.

Rooney berlari kecil ke arah gawang setelah mencetak gol. Ia menendang bola kembali ke arah gawang, meluapkan rasa kesalnya yang belum hilang. Wajahnya tetap tertekuk. Tak ada perayaan heboh untuk gol masyhur itu.

Kawan-kawannya datang menghampiri, sebagian dari mereka menepuk-nepuk kepalanya. Rooney jengah, ia melengos dan melepaskan diri dari kepungan kawan-kawannya.

Tendangan Salto di Derbi Manchester

Rooney adalah enigma. Ia adalah tanda tanya itu sendiri. Segala sesuatu tentangnya saat berlaga di tahun-tahun terakhirnya bersama United kumpulan dari pertanyaan di mana dia bermain, pantaskah ia membela United atau masih layakkah ia diperhitungkan sebagai striker.

Saat sedang panas-panasnya bersama United, Rooney adalah kumpulan pertanyaan gol apa lagi yang akan dibuatnya kali ini, siapa yang bakal membuatnya marah, atau berapa gol yang bakal dicetaknya sekarang.

Pertanyaan kategori kedua itu juga muncul saat United berlaga melawan Manchester City pada 12 Februari 2011.

video youtube embed

Sampai menit 77, kedudukan masih imbang 1-1. Lalu, datanglah gol yang belakang disebut sebagai gol terbaik Premier League itu.

Prosesnya diawali dari keberhasilan Nani meneruskan umpan Paul Scholes dengan umpan lambung ke kotak penalti. Di situ sudah ada Rooney yang diapit oleh dua orang pemain City.

Tekanan lawan yang sedemikian ketat bahkan tidak dianggap oleh Rooney. Buktinya, ia masih sempat-sempatnya salto untuk mengirim bola tepat ke arah gawang.

Old Trafford bergemuruh. Wazza yang mereka cintai itu mengoyak gawang City dengan elegansi dan arogansi.

Assist Presisi untuk Van Persie

Musim 2012/13 bukan periode yang membuat Rooney tersenyum. United tetap menjadi kampiun Premier League. Namun, perjalanan Rooney di sepanjang musim penuh konflik. Yang menyebalkan, konflik itu bukan tentang tim lain, tetapi soal pemain dan pelatih United sendiri.

Hubungan Rooney dan Sir Alex dinilai sedang dingin. Tak cuma itu. Rooney dan Robin van Persie disebut-sebut terlibat perang dingin. Rooney menutup sebentar cerita tak sedap itu. Laga melawan Aston Villa pada 22 April 2013 itu penting karena bisa memastikan United juara Premier League 2012/13.

Maka, dimulailah aksi Rooney.Begitu menerima umpan panjang yang dikirim kawannya di lini tengah, Rooney melepas umpan lambung ke depan pemain bertahan Villa.

Robin van Persie merayakan gol bersama Wayne Rooney. Foto: PAUL ELLIS / AFP

Umpan lambung itu sangat presisi sampai-sampai membuat Van Persie seperti tak perlu lagi melepaskan diri dari kawalan lawan. Yang perlu dilakukan Van Persie adalah berlari mengejar bola, lalu melesakkan sepakan ke tengah gawang.

Di tahun-tahun itu Rooney dikenal sebagai pemain yang lihai memainkan umpan-umpan panjang. Tak jarang umpan panjangnya justru menjadi kunci yang membukakan peluang bagi United.

Gol yang lahir di menit ketiga itu cuma permulaan. Van Persie menutup laga dengan hattrick yang mengganjar United dengan kemenangan 3-0 dan tentu saja gelar juara Premier League 2012/13, persembahan terakhir yang diberikan Sir Alex sebagai manajer Manchester United.

****

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.

Bagi yang mau nonton langsung siaran liga Inggris bisa ke MolaTV dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

collection embed figure