Sakit Jantung, Aubameyang Sempat 'Berontak' Ingin Bela Timnas Gabon
·waktu baca 2 menit

Pierre-Emerick Aubameyang dinyatakan mengalami sakit jantung. Nasib yang menimpa pemain Arsenal dan Timnas Gabon tersebut disinyalir sebagai efek pascapulih dari COVID-19. Sang pemain dilaporkan sempat 'berontak' untuk ngotot bermain di Piala Afrika.
CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) melaporkan bahwa Aubameyang mengalami lesi jantung selepas terinfeksi COVID-19. Hal itu mengakibatkan dirinya dikeluarkan dari skuad jelang laga menghadapi Ghana di Piala Afrika, Sabtu (15/1) dini hari WIB.
"Menurut komisi medis CAF, Pierre-Emerick Aubameyang, Axel Meye, dan Mario Lemina yang baru saja kembali dari COVID-19, tak dapat ambil bagian dalam laga ini. Pemeriksaan menunjukkan lesi jantung. CAF tak mau mengambil risiko apa pun," tulis pernyataan Federasi Sepak Bola Gabon, dikutip dari Goal International.
Namun, Patrice Neveu selaku pelatih Timnas Gabon menceritakan bahwa Aubameyang sangat kecewa. Aubameyang sempat ngotot ingin bermain. Sampai-sampai, ayah pemain Arsenal itu harus turun tangan menghalanginya.
"Ketika kami mendapat berita, Pierre-Emerick ingin bermain, dia meninggalkan kamarnya dengan barang-barangnya. Namun, dokter CAF memberi tahu saya lagi, jadi ayahnya harus turun tangan. Saya tahu itu menyakitinya," terangnya kepada ESPN.
"Dalam keterangan, jelas bahwa Aubameyang tidak memiliki masalah jantung. Mereka kemudian melakukan tes jantung kedua dan sepertinya mereka berdua [Aubameyang dan Lemina] memiliki masalah."
"Sepertinya virus meninggalkan residu. Mungkin penyakitnya telah meninggalkan dampak dan, dua jam sebelum pertandingan, dokter tim dan dokter CAF sedang menelepon saya, dan mereka menyuruh saya untuk tidak memainkan mereka."
“Untuk melindungi pemain saya, saya mengambil keputusan untuk tidak memainkan mereka. Itu tanggung jawab saya, jadi kami memilih untuk tidak memainkan mereka," jelas Neveu.
