Sambutlah Becamex Binh Duong, para Gerombolan dari Sungai Be

Sungai Be bukanlah sungai terpanjang di Vietnam. Jika dibandingkan dengan sungai-sungai lain macam Sungai Mekong dan Sungai Merah, Sungai Be tidak ada apa-apanya. Akan tetapi, di sini bersemayam gerombolan yang cukup dikenal di sepak bola Vietnam: Becamex Binh Duong.
Pada 2019 ini, Becamex Binh Duong akan bergesekan dengan salah satu tim asal Indonesia, yakni Persija Jakarta. Apa pasal? Dua tim tersebut berada dalam satu grup yang sama di ajang AFC Cup 2019. Kedua tim berada di Grup G, bersama Ceres Negros dari Filipina dan Shan United asal Myanmar.
Persija dan Becamex Binh Duong akan bertemu dalam laga perdana Grup G AFC Cup 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (26/2/2019) pukul 15:30 WIB. Laga perdana ini tentunya penting bagi kedua tim untuk memuluskan langkah mereka di ajang AFC Cup musim ini.
Sebelum kedua tim bersua, mari menelisik seperti apakah Becamex Binh Duong tersebut? Prestasi apakah yang pernah mereka torehkan di sepak bola Vietnam?
Sejarah Singkat Becamex Binh Duong
Sebelum menjadi Becamex Binh Duong, pada 1976 silam saat pertama kali dibentuk, Becamex masih bernama Song Be FC. nama yang diambil dari asal mereka yang berdekatan dengan Sungai Be ("Song Be" berarti Sungai Be dalam bahasa Vietnam). Dua tahun setelah dibentuk, barulah mereka bisa berkompetisi di National Division A (cikal bajal V1 League).
Untuk nama sendiri, mereka baru mengalami perubahan nama pada 1997 silam menjadi Binh Duong FC. Hal ini terjadi karena pada tahun tersebut, Provinsi Song Be terpisah menjadi dua, yakni Binh Duong dan Binh Phuoc. Kelak, Binh Phuoc pun memiliki tim sendiri bernama Binh Phuoc FC yang didirikan pada 2015.
Binh Duong baru pertama kali merasakan gelar skala nasional pada 1994 silam, kala mereka sukses menjuarai Vietnamese National Cup. Namun, setelah itu, gelar tak kunjung hadir. Malah, mereka mengalami kemunduran pada 1998 sampai 2002 silam, diawali oleh terdegradasinya mereka dari Divisi Utama pada 2002. Soal degradasi sendiri, pada 1995 mereka sempat mengalami degradasi karena menolak main di laga play-off.
Mengalami kemunduran selama empat tahun, kebangkitan pun diraih oleh Becamex saat pada 2002, Binh Duong Football Joint-stock Company dibentuk, bersamaan dengan proses akuisisi Binh Duong FC oleh Bing Doung Television Broadcaster dan Becamex IDC. Suntikan dana melimpah ini membuat mereka segar kembali, dan mereka sempat dinamai Chelseanya Vietnam.
Setelah kebangkitan itu, total empat gelar V-League sukses mereka raih, yakni pada 2007, 2008, 2014, dan 2015. Selain itu, mereka juga sukses menggondol Vietnamese National Cup sebanyak dua kali, yakni pada 2015 dan 2018, serta sukses menjadi pemenang Piala Super Vietnam pada empat edisi, yakni 2007, 2008, 2014, dan 2015.
Dengan beragam gelar yang sudah mereka raih ini, ditambah satu gelar Mekong Club Championship--kompetisi antar klub negara-negara Asia Tenggara yang dilalui Sungai Mekong--pada 2014 silam, bisa disebut bahwa Becamex Binh Duong adalah salah satu klub sukses di Vietnam.
Menyoal Susunan Pemain dan Gaya Main
Meski sempat disebut sebagai Chelseanya Vietnam, nyatanya Becamex cukup banyak memberdayakan talenta-talenta lokal. Kapten mereka yang sudah banyak mengenyam pengalaman bersama Timnas Vietnam, Nguyen Anh Duc, bahkan merupakan pemain kelahiran asli Song Be.
Terlepas dari regulasi yang berlaku di V-League sejak 2015, bahwa setiap klub hanya boleh memiliki dua pemain asing plus satu pemain naturalisasi, banyaknya pemain lokal di Becamex Binh Duong ini menunjukkan bahwa meski bergelimang kemampuan finansial, mereka tak lupa untuk menggunakan talenta-talenta lokal yang ada.
Dengan talenta lokal tersebut, Becamex tetap mampu menorehkan prestasi yang lumayan di kancah sepak bola Vietnam. Dibela oleh banyak talenta lokal, soal gaya main, Becamex pun menganut gaya main yang tidak jauh berbeda dengan Timnas Vietnam. Mereka mengandalkan permainan cepat, dipadukan dengan umpan-umpan pendek.
Gaya ini pun menjadi kekuatan sekaligus kelemahan Binh Duong. Kenapa kelemahan? Seperti yang tampak dalam laga perdana V-League 2019 yang sudah mereka jalani melawan FLC Thanh Hoa, garis pertahanan Binh Duong yang kelewat tinggi menjadi santapan empuk para penyerang Thanh Hoa yang memiliki kecepatan yang apik.
Gaya main seperti ini jugalah yang membuat Becamex sedikit inkonsisten musim lalu, sehingga harus puas mengakhiri musim di peringkat 7 meski sukses keluar jadi kampiun Vietnamese National Cup.
***
Meski berstatus sebagai salah satu klub sukses Vietnam, bukan berarti Persija tidak memiliki kesempatan untuk menundukkan Becamex. Kemampuan mereka bersaing dengan Song Lam Nghe An pada musim lalu bisa jadi rujukan bahwa Persija juga punya kekuatan untuk bersaing dengan Becamex.
Dengan pemain sayap kencang macam Riko Simanjuntak, Persija dapat mengeksploitasi kelemahan ruang kosong yang acap muncul di lini pertahanan Becamex. Mereka juga punya skema pertahanan apik yang dapat merepotkan lini serang Becamex. Apalagi, 'Macan Kemayoran' akan berlaga di markas sendiri.
Pertanyaannya, mampukah Persija melakukan itu? Mampukah menjungkalkan gerombolan dari Sungai Be ini? Menarik dinantikan.
