Kumparan Logo

Sergio Busquets Frustrasi dengan Performa Barcelona di Camp Nou Musim Ini

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain FC Barcelona Gerard Pique, Sergio Busquets dan Nico Gonzalez terlihat sedih setelah pemain Villarreal Samuel Chu pada pertandingan LaLiga antara Villarreal melawan FC Barcelona di Estadio de la Ceramica, Villarreal, Spanyol - 27 November 2021. Foto: Pablo Morano/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain FC Barcelona Gerard Pique, Sergio Busquets dan Nico Gonzalez terlihat sedih setelah pemain Villarreal Samuel Chu pada pertandingan LaLiga antara Villarreal melawan FC Barcelona di Estadio de la Ceramica, Villarreal, Spanyol - 27 November 2021. Foto: Pablo Morano/REUTERS

Kapten Barcelona, Sergio Busquets, mengakui telah frustrasi atas penampilan kandang timnya dalam beberapa pekan terakhir di musim ini.

Barca kembali harus menelan kekalahan di Camp Nou ketika bentrok dengan tim papan tengah, Rayo Vallecano, pada Senin (25/4) dini hari WIB. Tim asal Catalan itu harus rela kehilangan poin penuh oleh gol semata wayang yang diciptakan Alvaro Garcia pada menit ke-7. Meski telah menggempur Rayo habis-habisan, mereka tak bisa mengubah skor hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan melawan Rayo merupakan kekalahan kandang ketiga Blaugrana secara beruntun menyusul kekalahan dari Cadiz dan Eintracht Frankfurt awal bulan ini. Atas hasil tersebut, anak asuhan Xavi harus merelakan peluang memenangi gelar Liga Spanyol musim ini, karena sang rival, Real Madrid hanya terpaut satu poin untuk mengangkat trofi Liga Spanyol.

Namun, Barca tetap berpeluang besar untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan jika mereka berhasil mengamankan posisinya dalam beberapa pekan ke depan. Sang kapten, Busquets, kebingungan ketika menjelaskan performa timnya ketika bermain di Camp Nou musim ini.

“Performa kami sangat merugikan kami di kandang, kami kebobolan gol dengan sangat cepat, kami tertinggal dan segalanya menjadi lebih sulit” ucap Busquets dikutip dari Football Espana.

"Bila Anda tidak efektif di kedua area, kami harus membayarnya dua kali lipat lebih banyak." imbuhnya.

Pemain FC Barcelona Ferran Torres duel dengan Almamy Toure dari Eintracht Frankfurt saat Pertandingan leg kedua perempat final Liga Europa di Camp Nou, Barcelona, Spanyol. Foto: Albert Gea/Reuters

Rentetan hasil buruk Busquets dan kolega merupakan performa terburuk Barcelona di semua kompetisi musim ini. Di awal musim, Koeman membuat Barcelona terseok-seok dan keluar dari empat besar klasemen liga.

Barca pun harus didepak dari Liga Champions setelah tak bisa lolos grup dan hanya menempati urutan ketiga. Tim asal Catalan itu kemudian bermain di Liga Europa atas hasil tersebut.

Kekalahan dari Rayo di laga tandang, membuat pelatih asal Belanda itu kehilangan pekerjaannya pada Oktober 2021 saat Barcelona kehilangan empat dari enam pertandingan terakhirnya sebagai pelatih.

Legenda Barca, Xavi Hernandez pun ditunjuk untuk menggantikan kursi pelatih beberapa pekan setelahnya. Bersama Xavi, Blaugrana mampu memperbaiki performanya dan kembali bersaing ke papan atas Liga Spanyol di paruh musim kedua.

Saat ini Barca berada di peringkat kedua mengantongi 63 poin dari 33 permainan. Jumlah poin tersebut sama dengan Sevilla yang berada persis di belakangnya. Tim asuhan Xavi harus mampu memenangi beberapa pertandingan terakhir jika masih ingin mendapatkan tiket Liga Champions untuk musim depan.