Sergio Ramos Dikartu Merah karena Ngamuk, Ini Kata Pelatih & Pemain PSG
·waktu baca 2 menit

Sergio Ramos diganjar kartu merah kala membela Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Prancis 2022/23. Ramos harus mandi lebih cepat kala PSG melawat ke markas Reims, Stade Auguste-Delaune II, pada Minggu (9/10) dini hari WIB.
Pemain berkebangsaan Spanyol itu diusir dari lapangan pada menit ke-41. Wasit memberikan kartu merah karena Ramos dinilai melontarkan protes yang berlebihan.
Dalam pantauan kumparan via live streaming, Ramos awalnya membela Marco Verratti. Ia tak terima dengan keputusan wasit yang menilai Verratti melakukan pelanggaran.
Pemain berusia 36 tahun itu lantas bersaksi di depan wasit bahwa dirinya melihat dengan jelas kejadian tersebut. Ramos mencoba mengungkapkan beberapa fakta yang ia lihat secara jelas.
Nahas, kesaksian Ramos tampaknya tak disukai oleh wasit. Sang pengadil lapangan tampaknya melihat kesaksian tersebut terlalu berlebihan. Alhasil, wasit langsung mengeluarkan dua kartu kuning dalam sekejap di hadapan Ramos.
Melihat insiden tersebut, kubu PSG tampaknya cukup geram. Salah satunya seperti yang diungkap Danilo Pereira kepada Canal+.
Pemain asal Portugal itu tak menyangka bahwa wasit akan memberikan kartu kuning kedua. Padahal, Ramos hanya mencoba memberikan kesaksian atas peristiwa yang sebenarnya.
"Saya pikir wasit perlu menangani situasi dengan lebih baik," kata Danilo.
"Tidak ada alasan untuk memberikan kartu kuning kedua untuk hal tersebut. Jujur, kami kesal karena kami hanya ingin bermain bola dengan nyaman di atas lapangan, tetapi [wasit] membuat rumit," lanjutnya.
Tak hanya Danilo, pesan serupa turut disampaikan pelatih PSG, Christophe Galtier. Ia menilai anak asuhnya memiliki maksud yang baik, hanya saja sang pengadil lapangan menanggapi situasi dengan cara berbeda.
"Saya yakin Sergio [Ramos] tak bermaksud melakukan protes keras atau menghina wasit. Dia hanya mengekspresikan apa yang dia lihat, itu wajar seharusnya," ungkap Galtier dikutip dari Get French Football News.
"Mudahnya Anda tinggal melihat diri sendiri. Ketika Anda marah, pasti akan muncul ekspresi tertentu dan itu yang ditunjukkan oleh Ramos.
"Saya rasa wasit menanggapi perkataan Ramos secara personal. Wasit menganggap dirinya telah dihina. Padahal, ekspresi tersebut sering terlihat di lapangan," tutup Galtier.
Kehilangan satu pemain membuat PSG pincang di laga ini. Les Parisiens bahkan tak memiliki banyak kesempatan untuk menciptakan banyak peluang. Alhasil, PSG harus puas bermain imbang 0-0 kontra Reims.
Meski tak merengkuh poin sempurna, PSG dewasa ini masih bertengger di pucuk klasemen sementara. Hanya saja, posisi PSG menjadi tidak aman lantaran hanya terpaut tiga poin dari Marseille yang menduduki posisi runner-up.
