Sesal Terbesar Sir Alex Ferguson saat Latih MU: Singkirkan Park Ji-sung
ยทwaktu baca 2 menit

Sir Alex Ferguson ternyata punya penyesalan besar kala melatih Manchester United (MU). Hal itu adalah saat ia menomorduakan Park Ji-sung.
Ji-sung adalah salah satu pesepak bola Asia tersukses di Eropa. Namanya besar kala berseragam MU selama 2005-2012. Bermain di lini tengah, pemain Korea Selatan ini dikenal sebagai gelandang bertipikal pekerja keras yang pandai memutus aliran serangan lawan.
Pada 2008, Ji-sung punya peran besar saat membawa MU menjuarai Liga Champions. Sempat absen di babak grup karena cedera, pemain yang sebelumnya berseragam PSV Eindhoven itu bisa diandalkan bermain penuh di fase perempat final dan semifinal.
Namun, saat MU melaju ke partai final kontra Chelsea, Ji-sung ternyata tak diikutsertakan. Hal inilah yang menjadi penyesalan terbesar Sir Alex Ferguson.
''Untuk memenangi Liga Champions itu memang fantastis. Hal itu tak lepas dari sekelompok pemain yang sangat hebat dengan sikap yang baik, dan skuad yang bagus serta kuat,'' kata Ferguson, dilansir Sport Bible.
''Masalahnya adalah, saat di final 2008, yang bahkan saya sesali sampai hari ini adalah saya meninggalkan Park Ji-sung sepenuhnya di final. Dia memainkan peran yang sangat bagus dan itulah masalah ketika Anda main di final,'' lanjutnya.
''Di Wembley (final Liga Champions 2011) saya melakukannya (menyingkirkan Ji-Sung lagi) demi Dimitar Berbatov dan itu adalah buruk. Dia tidak pantas mendapatkannya. Tidak ada pemain yang pantas untuk tersingkir dari final,'' ungkapnya.
Park Ji-sung memang merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki MU. Salah satu aksinya yang tak terlupakan adalah kala ia mematikan pergerakan Andrea Pirlo di 16 besar Liga Champions kontra AC Milan di tahun 2010.
Saat itu, Pirlo, yang menjadi pemain pembeda di skuad Milan, benar-benar dibikin 'mati kutu'. Ia tak berkutik di leg kedua yang dihelat di Old Trafford, dengan hanya mencatat 21 operan sepanjang ia bermain.
MU mendominasi permainan dan lolos dengan agregat 7-2. Dan, ya, aksi Park Ji-sung di lini tengah menjadi salah satu yang menyorot perhatian.
''Saya sangat yakin Pirlo berharap untuk terbangun dan melihat Park Ji-sung ada di tempat tidurnya!'' kata Rio Ferdinand kala mengenang pertandingan tersebut.
---
