Shin Tae-yong & Hajime Moriyasu, Pelatih Asia yang Tekuk Jerman di Piala Dunia

23 November 2022 22:31
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu. Foto: Molly Darlington/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu. Foto: Molly Darlington/Reuters
ADVERTISEMENT
Jerman menderita kekalahan di matchday perdana Piala Dunia 2022. Bersua Jepang di Khalifa International Stadium, Qatar, Rabu (23/11) malam WIB, tim asuhan Hansi Flick tumbang dengan skor 1-2.
ADVERTISEMENT
Padahal, Jerman unggul duluan di laga ini melalui penalti Ilkay Guendogan pada menit ke-33. Armada Hajime Moriyasu berbalik unggul di babak kedua melalui gol Ritsu Doan di menit 75 dan Takuma Asano di menit 83.
Pemain Timnas Jerman Niklas Sule berebut bola dengan pemain Timnas Jepang Daizen Maeda pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar. Foto: Lee Smith/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Jerman Niklas Sule berebut bola dengan pemain Timnas Jepang Daizen Maeda pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar. Foto: Lee Smith/REUTERS
Bukan kali ini saja Jerman kalah dari wakil Asia di Piala Dunia. Pada 2018 di Rusia, Jerman juga harus tersingkir di babak grup usai tumbang dari Korea Selatan yang ditangani Shin Tae-yong.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kala itu, Korea Selatan racikan Shin mampu mengalahkan Jerman besutan Joachim Loew dengan skor 2-0. Gol-gol Korea Selatan kala itu dibuat oleh Kim Young-gwon di menit 90+4 dan Son Heung-min dua menit kemudian.
Shin Tae-yong saat masih menjadi pelatih Timnas Korea Selatan. Foto: AFP/Jung Yeon-je
zoom-in-whitePerbesar
Shin Tae-yong saat masih menjadi pelatih Timnas Korea Selatan. Foto: AFP/Jung Yeon-je
Baik Hajime Moriyasu maupun Shin Tae-yong, keduanya hampir-hampir mirip strateginya saat melawan Jerman di Piala Dunia. Keduanya lebih banyak menunggu dan membiarkan Jerman menguasai jalannya pertandingan.
ADVERTISEMENT
Cara bermain itu ditambah dengan organisasi pertahanan yang rapat ditambah serangan balik yang cepat. Terbukti, gol Jepang yang dicetak Asano berawal dari serangan balik, yakni umpan panjang dari belakang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020