Kumparan Logo

Shin Tae-yong 'Tandai' & Toyor Jidat Penggawa Timnas U-19 Usai Menang Perdana

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shin Tae-yong memimpin Timnas U-19 Indonesia saat pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan pada Maret 2022. Foto: PSSI
zoom-in-whitePerbesar
Shin Tae-yong memimpin Timnas U-19 Indonesia saat pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan pada Maret 2022. Foto: PSSI

Timnas U-19 Indonesia akhirnya menorehkan kemenangan dalam pemusatan latihan di Korea Selatan (Korsel). Namun, capaian tersebut tetap tak lepas dari evaluasi Shin Tae-yong.

'Garuda Muda' menang 2-1 atas Daegu University di Daegu Bank Park Stadium, Minggu (27/3) lalu. Kadek Arsel dan Ronaldo Kwateh masing-masing cetak satu gol.

Hasil ini cukup melegakan mengingat Ronaldo cs datang dengan bekal dua kekalahan beruntun. Sebelumnya, Timnas U-19 kalah 1-5 dari Youngnam University dan keok 0-7 dari Timnas U-19 Korsel.

Timnas U-19 Indonesia vs Timnas U-19 Korea Selatan, Jumat (25/3). Foto: Twitter/@pssi

Kendati demikian, Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas U-19 terlihat belum puas dengan kemenangan ini. Evaluasi kepada para penggawa langsung dilakukan setelah laga.

Hal itu terlihat dalam unggahan di kanal YouTube resmi PSSI pada Senin (28/3). Shin kedapatan menandai dahi pemain dengan pena dan kemudian menoyornya.

Kemungkinan, Shin sedang mengevaluasi performa berlari para pemain pada pertandingan itu.

Pasalnya, Alexandro Felix Kamuru ditanya berapa jarak yang mampu ditempuhnya dalam satu detik. Alexandro kemudian menjawab ia bisa berlari satu meter.

embed from external kumparan

Shin sontak kaget dengan jawaban tersebut. Pelatih 51 tahun tersebut lantas memanggil Alexandro untuk mendekat dan memberikan 'tanda' di jidatnya dengan pena lalu menoyornya.

Shin selanjutnya menerangkan betapa pentingnya kecepatan berlari dalam mengintersep bola. Ia memperlihatkan kepada para pemain bagaimana mengejar dalam jarak 15 meter.

"Itu 15 meter [menunjuk Alexandro]. Lawan memang di situ, tetapi bola datang, lari coba, kontrol bola, lihat, passing, dan intersep. Memang pas bola mau datang, kalian di sana," kata Shin.

"Satu detik bisa [lari] 7 meter, kalau dua detik dapat 15 meter," tambahnya.

Sebelumnya, Shin menjelaskan kekurangan para pemainnya selama pemusatan latihan di Korsel. Hal yang menjadi sorotannya adalah kurang beraninya pasukan Timnas U-19 dalam beradu fisik.

Timnas U-19 Indonesia saat pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan pada Maret 2022. Foto: PSSI

"Memang setelah pertandingan, kami fokus pada latihan pemulihan. Saat kemasukan bola, pemain takut dengan bola yang di-shooting. Kami latihan hari ini, biar tidak takut dan balik badan saat terkena bola," kata Shin Tae-yong dikutip situs resmi PSSI.

"Secara fisik pemain kami sangat kurang dibanding dengan pemain tim Korea Selatan. Main body pun pemain merasa takut sehingga takut kontrol bola jadinya kemasukan gol. Untuk ke depannya memang akan menjadi baik, secara organisasi dan kami akan latih terus," tambahnya.

'Garuda Muda' sendiri dijadwalkan melakoni sembilan laga uji coba selama di Korsel. Selanjutnya, Ronaldo dan kolega akan kembali melawan Korsel U-19 pada Selasa (29/3).