Kumparan Logo

Si Bengal Mario Balotelli, Dulu Jagoan Man City Sekarang Terdampar di Serie B

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mario Balotelli. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
zoom-in-whitePerbesar
Mario Balotelli. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Mario Balotelli diberkahi dengan sederet kualitas yang bisa membuatnya menjadi salah satu striker top dunia. Namun, ia juga memiliki sisi gila yang membuatnya layak mendapat cap sebagai si bengal.

Kalau melihat sejarah Balotelli, rasanya tidak heran kalau cap tersebut melekat pada dirinya. Ia kerap terlibat dalam kontroversi dan membuatnya mendapat masalah.

Hal itu pula yang membuat kariernya meredup. Balotelli yang dulunya menjadi andalan Manchester City kini harus puas bermain untuk klub Serie B.

Perjalanan karier Balotelli dimulai di klub Lumezzane. Ia pun bergabung dengan Inter Milan pada 2007. Bersama Inter, Balotelli meraih sejumlah trofi. Salah satunya adalah trofi Liga Champions edisi 2009/10.

Mario Balotelli saat berseragam Inter Milan. Foto: Giuseppe Bellini/Getty Images

Bukan Balotelli kalau tidak bikin masalah. Dalam perjalanan memenangi trofi tersebut, Balotelli sempat bikin para seniornya di Inter berang.

Dalam semifinal leg pertama Liga Champions waktu itu, Inter bertemu dengan Barcelona. Inter berhasil menang 3-1, tetapi Balotelli membuat situasi tidak enak.

Begitu pertandingan ditutup, Balotelli tampak membanting jersinya ke tanah. Tindakan demikian membuat para pemain Inter geram. Marco Materazzi pun mengejar Balotelli ke ruang ganti dan bahkan memukul striker itu.

Bersama Inter, Balotelli memenangi satu trofi Liga Champions, tiga gelar Serie A, satu Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia.

Mario Balotelli saat memperkuat Inter Milan di musim 2009/10. Foto: AFP/Giuseppe Cacace

Pada 2010, Balotelli membuka lembaran baru dengan pindah ke Man City. The Citizens memboyongnya dengan banderol 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 519 miliar.

Di Manchester City, Balotelli semakin liar. Berbagai kelakuan aneh ia lakukan. Mulai dari tak sengaja membakar rumahnya sendiri setelah main kembang api. Sampai mengunjungi klub dewasa dua hari sebelum laga.

Dia juga sering kena denda karena ngebut di jalanan dan dilaporkan pernah memaksa masuk ke sebuah sekolah karena ingin memakai toilet.

Meski begitu, Balotelli juga menelurkan kisah yang cukup bagus. Dia pernah melabrak seorang tukang bully setelah mendapat laporan dari salah satu korban.

Dia juga pernah mengelilingi Manchester dengan berdandan seperti Sinter Klas dan memberi uang kepada orang yang ia temui.

Namun, kasus kontroversi Balotelli tetap lebih banyak. Dia pernah melakukan selebrasi unik 'Why Always Me' dan pernah kena kartu merah karena tendangan karate di laga melawan Dynamo Kyiv.

Mario Balotelli dengan selebrasi 'Why Always Me?' yang ikonik di Derbi Manchester. Foto: Reuters/Darren Staples

Dari situ, karier Balotelli seakan tidak jelas. Ia gonta-ganti klub. Setelah menang titel Liga Inggris dengan Man City, Balotelli sempat bermain untuk AC Milan, Liverpool, Nice, Marseille, dan Brescia. Ia pun kini bermain untuk klub Serie B, AC Monza.

Menariknya, meski banyak kontroversi, Balotelli memiliki karier yang lumayan oke. Di mana pun berada, Balotelli adalah seorang ahli bikin gol.

Tengok saja catatan dia bersama Timnas Italia. Dari 36 penampilan, Balotelli sukses bikin 14 gol.

Pemain Italia merayakan gol Balotelli. Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann

Balotelli bisa mencetak 28 gol dari 86 penampilan bersama Nerazzurri. Di Etihad Stadium, Balotelli mencatatkan total 30 gol dari 80 penampilan. Begitu juga dengan di Milan. Dia mencetak 26 gol dari 43 penampilan di Serie A.

Kemampuan bikin gol itu sempat memudar di Liverpool. Dia cuma bisa mencetak satu gol saat membela klub asal Merseyside itu.

Namun, ia bisa bangkit saat pindah ke Nice. Selama tiga tahun bersama Nice, Balotelli mencetak 43 gol dalam 76 penampilan.

Ia lalu pindah ke Marseille dan Brescia. Di dua klub itu, Balotelli cuma bisa mencetak total 13 gol.

Bersama Brescia, Balotelli lagi-lagi bikin masalah. Dia dituduh tidak berkomitmen dengan Brescia dan bersitegang dengan pemilik klub.

Mario Balotelli, pemain Brescia. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Di Brescia pula ia merasakan momen-momen menyedihkan. Balotelli lagi-lagi menjadi sasaran chant rasialis fans Verona dan Lazio, suatu hal yang juga ia rasakan saat mulai bermain dengan Inter.

Ia pun pisah dengan Brescia yang degradasi ke Serie B dan sempat kesulitan mencari klub baru. Untungnya, ada Monza yang siap menampung Balotelli yang kini berusia 30 tahun.

Sejauh ini, Balotelli sudah bikin dua gol dari enam pertandingan bersama Monza. Ia bisa mencetak gol saat debut bersama klub milik Silvio Berlusconi itu.

Karier Balotelli memang belum bisa dibilang tamat. Dia masih berusia 30 tahun dan Monza punya kans kembali ke Serie A tahun depan. Akan tetapi, Balotelli bisa tambah terpuruk kalau tidak insaf dari kelakuan buruknya.

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)