Simon McMenemy Masih Dampingi Timnas Indonesia

18 November 2019 17:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy saat sesi latihan Timnas Indonesia jelang melawan Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy saat sesi latihan Timnas Indonesia jelang melawan Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Timnas Indonesia bakal bertanding melawan Malaysia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019). Skuat 'Garuda' sudah tiba di Negeri Jiran sepekan lalu, tepatnya pada Selasa (12/11/2019).
ADVERTISEMENT
Sebelum berangkat ke Malaysia, Indonesia santer diberitakan takkan didampingi pelatih Simon McMenemy. Keengganan McMenemy menukangi tim lantaran PSSI mengembuskan kabar melepas jabatan sang pelatih setelah tim Merah-Putih bertemu Malaysia.
Gampangnya, Simon ngambek. Namun, pada kenyataannya Simon tetap hadir di Malaysia.
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy saat sesi latihan Timnas Indonesia jelang melawan Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Saat kumparanBOLA berada di Stadion Bukit Jalil, Senin (18/11/2019), untuk melihat latihan resmi Timnas, McMenemy berada di tengah-tengah pemain. Dengan pakaian tim pelatih—kaus kerah abu-abu dan celana pendek latihan hitam—ia memantau anak-anak didiknya dengan didampingi Yeyen Tumena.
Hanya, ia lebih banyak mengobrol dengan Yeyen. Tak ada instruksi kepada pemain yang meluncur langsung dari mulut McMenemy.
Yeyen menegaskan bahwa posisi McMenemy masih pelatih kepala. Dengan kata lain, tak ada istilah pria Skotlandia itu sudah menanggalkan jabatannya.
ADVERTISEMENT
“Status Simon dalam tim masih pelatih kepala. Kami tim pelatih dan pemain masih respek kepadanya. Saya tetap bekerja sebagai asisten. Siapa pun yang maju di depan tidak masalah. Yang jelas pekerjaan ini (melawan Malaysia) harus diselesaikan dengan baik,” ujar Yeyen di Stadion Bukit Jalil pada Senin (18/11/2019).
Pelatih Yeyen Tumena mendampingi Timnas Indonesia berlatih jelang melawan Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Senin (18/11). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Polemik status McMenemy tak diindahkan Yeyen. Meski cuma bertugas melakukan supervisi terhadap skuat 'Garuda', yang terpenting laga ke depan dipersiapkan dengan baik.
“Di tim masih ada Simon. Kami selalu berdiskusi selama latihan. Kami seperti prajurit, harus tetap maju, tidak boleh tidak. Ini untuk urusan negara,” kata Yeyen.
Salah satu penggawa Timnas Indonesia, Yanto Basna, sepakat bahwa persiapan harus dilakukan maksimal apa pun masalah yang melanda. Ia bahkan yakin mendapat hasil positif.
ADVERTISEMENT
“Pada pertemuan pertama lawan Malaysia saya tidak bermain. Kami sudah siap buat laga besok. Sekarang, kami sudah satu tekad datang ke Malaysia dan berjuang bersama untuk mendapat hasil bagus,” tutur Yanto.
Caretaker pelatih Indonesia, Yeyen Tumena, bersama Yanto Basna memberikan keterangan kepada media saat konferensi pers di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Terlepas dari itu, Indonesia datang dengan tim sedikit berbeda dibanding laga terakhir kontra Vietnam. Dari 23 pemain yang dibawa ke Malaysia, hanya 10 pemain yang dipertahankan dari skuat sebelumnya.
Mereka ialah Muhammad Ridho, Andritany Ardhiyasa, Gavin Kwan, Bayu Pradana, I Putu Gede, Otavio Dutra, Yanto Basna, Irfan Bachdim, Dendi Santoso, dan Lerby Eliandry. Tim pelatih timnas senior juga mesti rela tak membawa Evan Dimas Darmono dan Zulfiandi yang membela Indonesia U-23.
“Betul memang ada perubahan banyak pemain dengan berbagai kondisi. Kami mempersiapkan tim juga untuk SEA Games 2019 di Filipina. Tim Indonesia U-23 juga sedang melakukan pemusatan latihan dan uji coba melawan Iran U-23 (16/11). Jadi, ada beberapa nama yang harus bermain di Indonesia U-23,” kata Yeyen.
ADVERTISEMENT
Selepas melawan Malaysia, Indonesia masih punya tiga laga sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab menjadi lawan berikutnya pada 2020 mendatang.