Solskjaer: Ini Performa Terbaik Rashford Selama Saya Melatih

Di laga Manchester United melawan Tottenham Hotspur, Marcus Rashford bermain seperti kesetanan.
Ini tidak hanya bicara soal dua golnya yang mengantar United menang 2-1. Ini juga bicara tentang perannya sebagai muara serangan United di sepanjang laga, Kamis (5/12/2019).
Rashford mencatatkan enam percobaan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Perbandingannya, United membuat 12 percobaan dengan enam di antaranya mengarah gawang.
Tak sampai di situ. Rashford juga dominan dalam duel udara. Dia mengantongi enam kemenangan duel udara.
Atas segala hal yang dikerjakannya di laga ini, Rashford diganjar gelar Man of the Match. Pada akhirnya, Ole Gunnar Solskjaer juga yang tersenyum melihat anak didiknya kesetanan di Old Trafford.
"Ini performa terbaiknya selama saya latih. Ia bermain dengan matang dan kuat melawan pemain-pemain hebat Premier League. Dia seperti sedang bersenang-senang di taman bermain atau kebun belakang rumah," ujar Solskjaer, dikutip dari ESPNFC.
"Kami--para pelatih--tidak mau macam-macam. Kami hanya ingin melihat anak-anak kami bersenang-senang. Tidak ada bahaya apa pun di sana. Cuma ada yaaaah... sekitar 75.000 orang yang ingin menyaksikan performa terbaik mereka," jelas Solskjaer.
Performa brilian Rashford tidak hanya memantik puja-puji pelatihnya sendiri. Jose Mourinho yang kini berstatus sebagai pelatih Tottenham tak dapat menutup mata terhadap kualitas eks anak didiknya ini.
"Ia sangat berbahaya jika bermain di kiri. Saya tahu itu dan sudah memberi tahu anak-anak seberbahaya apa Rashford. Gol pertama United itu Marcus Rashford banget. Ia menyisir menyisir ke dalam sebelum menembak," jelas Mourinho, dikutip dari ESPNFC.
Efektivitas adalah kualitas yang membuat Rashford menggila di laga ini. Gol pertamanya itu gol khas penyerang sayap.
Sebagai penyerang yang punya daya jelajah tinggi, Rashford oke-oke saja jika harus menyisir ke dalam dulu. Ia lalu memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan Tottenham sebagai ruang untuk melepaskan tembakan ke tiang jauh setelah menerima umpan pendek Jesse Lingard.
Memang cukup berisiko. Namun, risiko itu setimpal dengan hasil.
Yang perlu diingat juga, Rashford tidak akan bisa jadi Man of the Match jika bekerja sendirian. Ruang kosong tercipta karena Rashford mendapat bantuan dari dua kawannya, Lingard dan Mason Greenwood. Mereka jadi biang kerok runtuhnya pertahanan Tottenham di momen itu.
Lingard mendribel bola ke kotak penalti ibarat buruan yang mesti ditangkap. Tak heran jika bek tengah Tottenham, Davinson Sanchez, langsung menantangnya berduel satu lawan satu.
Bergeser sedikit ke tengah, Greenwood ikut ambil bagian lewat pergerakan tanpa bolanya. Lawan membaca Lingard akan memberikan umpan silang untuk diteruskan Greenwood ke arah gawang.
Sial bagi para pemain Tottenham, perhitungan mereka keliru. Rashford justru muncul dan belakang Lingard. Hanya dengan satu atau dua sentuhan, Rashford melesakkan tendangan ke arah tiang jauh.
Intinya, Rashford bisa tajam jika mempunyai tandem untuk menciptakan ruang. Jika Lingard melebar, Rashford akan memanfaatkan ruang kosong di tengah.
Begitu pula sebaliknya. Kalau Lingard menusuk ke kotak penalti, Rashford yang mendapat bantuan dari Daniel James akan menyediakan ruang. Padu-padan ini yang membuat konektivitas lini serang United terjaga saat melawan Tottenham.
Bantuan juga datang dari para poros ganda, Scott McTominay dan Fred. Keduanya berhasil membangun kerja sama yang kohesif di area midfielder. Keberadaan mereka memastikan aliran bola ke lini serang tidak terputus sehingga serangan United tetap cair.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

