Spalletti Sebut Kenan Yildiz Miliki Kemiripan dengan Kvaratskhelia

Pelatih Juventus Luciano Spalletti menyamakan talenta muda Kenan Yildiz dengan bintang Paris Saint-Germain Khvicha Kvaratskhelia karena memiliki kreativitas bermain yang serupa. Keduanya dinilai mempunyai gaya menyerang yang sulit ditebak oleh barisan pertahanan lawan di lapangan.
Spalletti mengenal betul kemampuan Kvaratskhelia setelah bekerja sama saat membawa Napoli meraih gelar juara Serie A. Kini, sang juru taktik melihat percikan kreativitas yang identik pada diri penyerang mudanya di Turin.
Kejeniusan Bermain yang Sulit Dihentikan Lawan
Spalletti mengaku sangat kagum dengan naluri menyerang yang dimiliki oleh pemain internasional Turki tersebut. Kemampuan olah bola Yildiz dinilai sanggup membongkar pertahanan paling rapat sekalipun di kompetisi Italia.
“Yildiz membuat sepak bola bersinar karena setiap gerakannya sangat jenius dan mampu merusak sistem permainan lawan,” ujar Spalletti saat berbicara kepada Tuttosport.
Spalletti menambahkan bahwa sang pemain sering kali bergerak tanpa rencana yang pasti, sehingga sulit diantisipasi oleh bek musuh. Bahkan dalam sesi latihan, para pemain bertahan tetap tidak mampu menghentikan pergerakannya meskipun sudah mencoba menebak arah lari Yildiz.
“Dia memiliki kegilaan dalam berkreasi dan bagi saya pribadi, dia sangat sebanding dengan Kvaratskhelia,” pungkas Spalletti.
Karakter Kepemimpinan di Luar Lapangan
Selain kemampuan teknis yang luar biasa, Spalletti juga memuji kedewasaan karakter yang ditunjukkan oleh pemain berusia 21 tahun itu. Yildiz dinilai tetap membumi meski memiliki bakat besar yang menonjol.
“Dia adalah sosok pemuda yang sangat menyenangkan dan bertingkah seperti anak baik-baik di lingkungan rumah,” tutur sang manajer menambahkan.
Spalletti juga melihat jiwa kepemimpinan yang kuat di dalam diri sang pemain meski sang penyerang tidak banyak bicara di ruang ganti. Sang pelatih menilai keunikan Yildiz terletak pada caranya bermain di luar aturan baku sepak bola konvensional.
Menanti Kembalinya Sang Jagoan dari Cedera
Juventus saat ini masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A menjelang laga tandang melawan Cagliari. Tim asal Turin ini sangat membutuhkan tambahan kekuatan di lini serang mereka untuk merangkak naik ke papan atas.
Yildiz sendiri harus menepi dari lapangan hijau sejak Agustus lalu akibat mengalami cedera patah tulang metatarsal. Pemain muda tersebut tercatat baru tampil selama 69 menit sepanjang musim kompetisi berjalan akibat masalah fisik tersebut.
Spalletti memperkirakan sang penyerang baru bisa kembali pulih sepenuhnya pada bulan Desember mendatang jika tidak ada kendala dalam proses rehabilitasi. Kehadiran kembali Yildiz diharapkan mampu mendongkrak ketajaman Juventus dalam perebutan gelar juara musim ini.
