Kumparan Logo

Stadion GBLA Akan Dikelola Swasta, Dipelihara Selama 30 Tahun

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengaku optimistis Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dapat segera digunakan secepatnya. Hal tersebut mengacu pada proyek lelang kerja sama pengelolaan GBLA dengan pihak ketiga yang telah ditempuh.

"Saat ini banyak proses [lelang] yang domainnya ada di kita," kata Yana pada Rabu (11/5).

Dari informasi yang dihimpun, nantinya Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem Kerja Sama Pengelolaan (KSP). Durasi kerja sama adalah selama 30 tahun.

Mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, ada sejumlah regulasi yang mesti diikuti Pemerintah Kota Bandung. Dipastikan, seluruh proses telah dilewati dan sudah hampir memasuki tahap pemilihan mitra.

Stadion GBLA yang terletak di Gedebage ini, diproyeksikan menjadi kawasan Sport Tourism Center selain menjadi home base Persib Bandung.

Wali Kota Bandung sisa masa jabatan tahun 2018-2023 Yana Mulyana mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/4/2022). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Di lain pihak, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem asal Bandung, Muhammad Farhan, menilai langkah yang dilakukan Pemkot Bandung jangan sampai menjadi blunder hingga jadi lahan korupsi. Pengelolaan oleh swasta, dinilainya jadi jalan terbaik untuk memajukan Stadion GBLA agar tak menjadi aset mangkrak.

"Pengelolaan GBLA oleh swasta jadi solusi terbaik bagi semua pihak. Kita harapkan nanti, Pemkot akan mendapat jaminan mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), masyarakat diberdayakan dan Persib memiliki kepastian home base," ucap Farhan.

Farhan menambahkan kejelasan regulasi bagi mitra yang mengelola GBLA harus tegas. Pengelolaan GBLA secara profesional pun mutlak diperlukan termasuk kejelasan bagi Persib untuk menggunakan stadion tersebut.

Suasana acara Persib Awards 2022 yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (13/4). Foto: Dok. Ulfah Salsabilah

"Hal terpenting adalah dasar hukum yang kuat untuk pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Pemkot Bandung oleh swasta. Artinya kita pastikan semua pihak memiliki kepatuhan pada dasar hukum dan prosedur yang benar," kata dia.

"Menurut saya yang paling cocok tentu saja PT. Persib Bandung Bermartabat. Saat ini, Persib bisa menggunakan stadion dengan membayar sewa, setiap kali menggunakan GBLA," pungkasnya.