Kumparan Logo

Suhu Politik Memanas, Cile Batalkan Uji Tanding Lawan Peru

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang demonstran berdiri di depan kobaran api saat demo di Santiago, Chile, Senin (28/10/2019). Foto: REUTERS/Pablo Sanhueza
zoom-in-whitePerbesar
Seorang demonstran berdiri di depan kobaran api saat demo di Santiago, Chile, Senin (28/10/2019). Foto: REUTERS/Pablo Sanhueza

Cile sedang kisruh. Demo yang dipicu kenaikan harga tiket kereta bawah tanah jadi pemicunya. Tercatat sudah 23 korban tewas sejak 18 Oktober lalu lantaran rangkaian aksi protes tersebut.

Alih-alih mereda, tuntutan demo terhadap pemerintahan Presiden Sebastian Pinera tersebut makin meluas sekarang. Massa juga menyuarakan kekesalan mereka atas tingginya biaya pendidikan, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial ekonomi. Perwakilan pengunjuk rasa menyatakan, demo baru akan berhenti jika Pinera mengundurkan diri.

Panasnya situasi politik Cile itu kemudian berimbas kepada timnas mereka. La Roja memutuskan untuk membatalkan pertandingan persahabatan melawan Peru yang tadinya akan digelar di Lima, Selasa (19/11).

Pemain timnas Chile pada pertandingan semifinal Copa America 2019 di Stadion Arena do Gremio, Porto Alegre, Brazil. Foto: REUTERS/Henry Romero

Keputusan ini diambil setelah para pemain melakukan rapat tim pada Rabu (13/11) kemarin. Setelah keputusan itu, manajer Timnas Cile, Reinaldo Rueda, mengizinkan para pemainnya untuk kembali ke klubnya masing-masing.

Ada beberapa pemain yang merasa keberatan untuk bermain di tengah kondisi politik dan kerusuhan itu. Salah satunya adalah gelandang Bayer Leverkusen, Charles Aranguiz.

"Ada sebuah atmosfer yang membuat hasrat bermain terasa berat. Menurut pendapat saya, kami seharusnya tidak bermain demi menghormati apa yang sedang terjadi di negeri ini," ujarnya, dilansir Super Sport.

Charles Aranguiz, salah satu eksekutor terbaik. Foto: Reuters/Darren Staples

Bahkan, ada beberapa pemain yang terang-terangan menunjukkan dukungan pada gerakan perlawanan terhadap Pinera. Di antaranya adalah pemain tengah Barcelona Arturo Vidal.

"Saya mendukung masyarakat. Mereka bangkit dan meminta keadilan. Anda harus mendukung penuh mereka," kata Vidal.

Sebelumnya, Cile telah membatalkan pertandingan persahabatan dengan Bolivia. Di samping itu, liga domestik di Cile juga telah disetop akibat aksi protes ini.

Arturo Vidal dalam pertandingan kontra Real Valladolid. Foto: Reuters/Albert Gea

Kondisi Cile yang tak kunjung kondusif itu juga membuat final Copa Libertadores bakal dipindah dari Santiago ke Lima. Laga yang mempertemukan Flamengo dengan River Plate itu dijadwalkan bakal digelar pada 23 November.