Suporter Vietnam Rela Patungan Rp 38 Juta demi Lempar Tisu Toilet di Stadion
·waktu baca 3 menit

Tingkah laku suporter Vietnam U-23 di SEA Games 2021 bikin geleng-geleng kepala. Teranyar, pendukung The Golden Stars rela patungan hingga 60 juta Dong Vietnam (Setara Rp 38 juta) demi membeli tisu toilet.
Namun, tisu toilet yang dibeli bukanlah untuk keperluan buang air. Para suporter malah melemparkannya di tengah-tengah pertandingan Vietnam U-23 vs Filipina U-23 yang dihelat pada Minggu (8/5).
Menurut laporan media Vietnam, Zing News, para suporter memperoleh dana yang begitu besar berkat adanya aksi galang dana. Ada sekelompok suporter Vietnam yang dilaporkan membuka donasi secara daring di salah satu situs donasi tepercaya di Vietnam.
“Semua biaya pembelian tisu toilet didapatkan dari adanya aksi galang dana secara online. Kemudian, tisu toilet yang telah dibeli dibagikan secara cuma-cuma di dalam Stadion Viet Tri, venue pertandingan Vietnam U-23 kontra Filipina U-23,” tulis laporan tersebut.
Salah satu basis suporter Vietnam menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah. Pasalnya, kegiatan itu dilakukan demi membakar semangat para pemain Vietnam U-23 di atas lapangan.
Selain itu, para suporter ini berdalih telah mendapat izin dari panitia penyelenggara. Sehingga, kegiatan melempar tisu toilet dapat terlaksana sesuai rencana.
Walau begitu, kegiatan tersebut pada akhirnya menimbulkan masalah besar. Sebab, tisu toilet yang dilempar oleh para suporter menimbulkan bercak putih di sekitar area running track dan di beberapa bagian tribune penonton.
“Laga Vietnam U-23 vs Filipina U-23 sempat diguyur hujan. Alhasil, tisu toilet yang dilempar menjadi basah dan menempel di beberapa bagian stadion. Tercatat, tribun B dan tribun C Stadion Viet Tri menjadi lokasi yang paling parah,” tambah laporan Zing News.
“Ironisnya, tidak semua noda putih yang berasal dari tisu toilet dapat dibersihkan. Sebagian tisu toilet telah menyatu dengan berbagai objek yang ada di stadion. Dengan begitu, citra buruk Vietnam di SEA Games dapat terus berlanjut,” tandas laporan tersebut.
Melihat kondisi tersebut, panitia penyelenggara sejatinya telah menerjunkan petugas kebersihan sejak pagi ini, Senin (9/5). Tak kurang ada 20 petugas kebersihan yang bekerja keras demi membersihkan sisa-sisa tisu toilet.
Namun, sisa tisu toilet di Stadion Viet Tri tak kunjung hilang. Padahal, para petugas kebersihan telah berjibaku selama lima jam untuk membersihkan sisa noda tisu toilet di berbagai sudut stadion.
“Para penggemar terlalu ceroboh untuk melakukan hal seperti ini di stadion. Kertasnya menempel di mana-mana. Sulit untuk membersihkannya, terutama ketika sisa tisu toilet menempel di batu bata,” ungkap seorang petugas kebersihan yang tidak ingin diungkap identitasnya.
Lebih dari itu, para petugas kebersihan berharap, suporter yang hadir di stadion tidak lagi mengulangi kejadian serupa. Pasalnya, melempar tisu toilet di stadion akan membuat pekerjaan mereka lebih berat berkali-kali lipat.
