Syamsuddin Batola Meninggal, Bupati Banyuwangi: Semoga Dedikasi Jadi Amal Ibadah
·waktu baca 2 menit

Sepak bola Indonesia dirundung duka. Pelatih Persewangi Banyuwangi, Syamsuddin Batola, meninggal dunia dalam kecelakaan kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo, Kamis (12/12) pukul 05.30 WIB.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Namun, ia tak lupa menyampaikan apresiasi atas dedikasi Syamsuddin Batola untuk Persewangi selama ini.
"Kami atas nama Pemkab Banyuwangi menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya pelatih Persewangi Banyuwangi, Bapak Syamsuddin Batola. Semoga dedikasi beliau selama ini menjadi amal ibadah," kata Ipuk kepada awak media, Kamis (12/12).
Ipuk mengatakan, Syamsudin Batolla merupakan sosok yang berdedikasi di dunia sepak bola. Dia juga merupakan sosok pelatih yang sangat peduli dalam pembinaan pemain muda.
Hal itu pula yang membuat manajemen Persewangi mempercayakan nakhoda tim pada pelatih berlisensi A AFC ini. Saat ini, mayoritas pemain Persewangi memang berisikan anak muda asli Banyuwangi.
"Peristiwa ini bukan hanya duka bagi Persewangi, namun juga merupakan duka sepak bola Banyuwangi," ujar Ipuk.
Ipuk sempat bertemu dengan Syamsudin saat menggelar pertemuan dengan seluruh manajemen, tim pelatih, dan pemain Persewangi Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata, pada 1 Desember lalu. Dalam pertemuan itu, Ipuk menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim pelatih dan manajemen baru Persewangi dalam membentuk tim sepak bola dengan profesional.
Dia berharap sinergi Pemkab dan Persewangi dapat semakin kuat untuk memajukan prestasi sepak bola Banyuwangi. Ipuk mengaku bahwa Pemkab Banyuwangi siap berkolaborasi, jadi manajemen bisa berkomunikasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempermudah aktivitas tim berjuluk 'Laskar Blambangan' itu.
Ipuk berharap, dengan dukungan tersebut, Persewangi akan tumbuh menjadi tim yang kuat. Dia berharap Persewangi bisa menjadi magnet untuk Banyuwangi di masa depan.
