Tak Ada Istilah "Pemain Tua" dalam Kamus Mario Gomez

Proses seleksi yang dilakukan Persib Bandung pada tiga pemain anyarnya menghadirkan polemik. Pasalnya, dua dari ketiga pemain tersebut sudah tidak berusia muda lagi. Bahkan, pemain asing yang rencananya akan diresmikan pada Januari mendatang, Bojan Malisic, telah berumur di atas 30 tahun.
Kondisi itu sejatinya bukan pula barang baru bagi "Maung Bandung". Meski belum resmi memperkenalkan skuat untuk musim depan, hingga saat ini pemain yang menghiasi skuat kebanyakan sudah berusia di atas kepala tiga, seperti Atep, I Made Wirawan, Michael Essien, Tony Sucipto, dan Supardi Natsir.
Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, pun enggan untuk mengomentari hal tersebut. Ia bahkan berujar jika pemain yang sudah berusia lebih dari 30 tahun dengan pengalaman yang dimiliki dapat menghentikan kemampuan pemain yang usianya lebih muda.
"Saya tidak mau bilang tua, saya menyebutnya berpengalaman. Dengan pengalaman kamu bisa menghadapi siapapun lawannya," ujar Gomez mengutip situs resmi klub.
"Banyak contoh pemain di luar negeri yang main hingga umur 35 tahun ke atas, kamu lihat (Javier) Zanetti dan sampai umur berapa dia bisa main. Dari situ kamu belajar soal disiplin, karena dia terus berlatih dan menjaga pola hidup sehatnya," lanjut pelatih asal Argentina ini.
Selain pengalaman, lanjut Gomez, mentalitas yang dimiliki pemain pemain senior memiliki peran penting di atas lapangan. Dengan mentalitas yang baik, para pemain senior tentunya dapat bersaing dengan lawan-lawan yang dihadapi.
"Satu hal lainnya yang sama pentingnya adalah mentalitas. Karena main di lapangan, mentalitas berperan besar saat kamu berhadapan dengan pemain lawan," tutup Gomez.
Apa yang diucapkan Gomez mesti diamini. Sebab, pada usianya yang sudah tidak muda lagi, Ebol--panggilan akrab Eka--masih menjadi pemain kunci di lini tengah Persela Lamongan musim lalu. Ini dapat dilihat dari statistik Ebol yang disitat situs resmi Liga 1.
Dari 26 laga yang dimainkan, pemain berusia 33 tahun ini mampu mencetak satu gol dan empat assist. Lalu, Ebol dapat mengalirkan bola ke lini depan atau sayap dengan baik, rata-rata umpan sukses yang mencapai 77% tampaknya dapat menggambarkannya.
