Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Tak Sekadar Main Kasar, Pemain Ini Tusuk Lawannya dengan Jarum
16 Juni 2017 18:24 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:16 WIB

ADVERTISEMENT
Anda pasti sudah sering dengar soal tim-tim dari divisi rendah main kasar ketika berhadapan dengan tim yang berasal dari divisi atas. Boleh dibilang, itu hal yang “biasa". Lalu, bagaimana dengan tim divisi bawah yang sengaja menusukkan jarum ke pemain tim divisi atas? Nah, ini baru luar biasa… ngawur-nya.
ADVERTISEMENT
Tapi, serius. Ini tindakan yang betul-betul ngawur. Jika menekel lawan dari belakang saja dianggap salah, dan oleh karenanya layak diganjar kartu merah, bagaimana mungkin menusuk lawan dengan jarum bisa dibenarkan?
Cerita terjadi di Argentina sana ketika tim dari divisi bawah, Sport Pacifico, bertanding melawan salah satu anggota Primera Division —divisi teratas— Liga Argentina, Estudiantes. Pada pertandingan turnamen domestik yang berlangsung akhir pekan lalu tersebut, Pacifico menang 3-2 atas Estudiantes.
Tentu kita sudah sering mendengar cerita semacam ini. Giant killing. Pembunuhan para raksasa. Salah satu cerita folklore paling terkenal dalam sepak bola ini acapkali terjadi pada duel tim divisi atas dan divisi yang lebih rendah. Piala FA di Inggris pun terkenal dengan cerita semacam ini.
ADVERTISEMENT
Buat tim yang berasal dari divisi lebih rendah, bisa membunuh tim raksasa adalah dongeng tersendiri. Tak terkecuali buat Pacifico. Kemenangan 3-2 tersebut mereka rayakan dengan penuh sukacita.
Namun, euforia tercoreng ketika Presiden Pacifico, Hector Moncada, mengumumkan bahwa ia akan mengeluarkan bek Federico Allende dari tim. Sang presiden tentu saja tidak bertindak sembarangan. Pasti ada alasannya.
Pada laga melawan Estudiantes tersebut, Allende dengan sengaja menusuk para striker lawan dengan jarum yang ia sembunyikan di tangannya. Dan, absurdnya, dia mengakui perbuatannya dengan penuh kebanggaan kepada media.
“Kami tahu bahwa kami harus bermain kotor melawan mereka dan saya terus-terusan menusuk para striker Estudiantes dengan jarum,” ujar Allende seperti dilaporkan BBC.
“Kami tahu bahwa para pemain dari divisi paling atas tidak suka kontak. Mereka juga tidak suka ketika kami membuang-buang waktu atau bermain kasar. Jadi, itulah yang kami lakukan. Begitulah sepak bola. Sepak bola hanya untuk orang-orang yang cerdik,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dengan ancaman dari klubnya sendiri, bisa dibilang karier Allende praktis di ujung tanduk. “Kami kecewa. Insiden ini menghancurkan kerja keras seluruh tim. Saya akan mengeluarkannya dari klub,” kata Moncada.