Kumparan Logo

Takkan Ada VAR di Liga Champions 2018/19

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penggunaan VAR di La Liga. (Foto: AFP/Benjamin Cremel)
zoom-in-whitePerbesar
Penggunaan VAR di La Liga. (Foto: AFP/Benjamin Cremel)

Tidak akan ada Video Assistant Referee (VAR) di Liga Champions musim 2018/19. Demikianlah penegasan dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

"Aku tidak tahu dari mana kabar itu muncul, tetapi kami sama sekali belum membicarakannnya. Selain itu, aku pun masih ragu terhadap VAR," kata Ceferin kepada Ekipa, seperti dilansir ESPNFC.

Sebelum Ceferin angkat bicara, isu VAR bakal digunakan di Liga Champions musim 2018/19 memang berkembang liar. Awal mulanya adalah pemberitaan The Times soal pertemuan Komite Kompetisi Klub UEFA. Surat kabar asal London itu menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu akan dibahas mengenai penggunaan VAR dan apabila kata sepakat dicapai, hal itu akan disahkan dalam pertemuan Komite Eksekutif UEFA pada 27 September.

Dalam laporannya tersebut, The Times menyebutkan bahwa VAR tidak akan langsung digunakan sejak fase grup, melainkan mulai babak perempat final kelak. Itulah mengapa, pengesahan soal VAR itu, kata mereka, baru akan dilakukan setelah fase grup sudah berjalan.

Menurut The Times lagi, ada dua alasan mengapa UEFA memilih perempat final sebagai titik yang tepat untuk memulai penerapan VAR. Pertama, karena minimnya pengalaman para wasit yang tersedia. Kedua, karena permasalah infrastruktur stadion. Saat ini, di Eropa hanya ada delapan liga yang sudah menggunakan VAR, yakni Jerman, Belgia, Spanyol, Prancis, Italia, Polandia, Portugal, dan Turki.

Ceferin sendiri, pada Februari lalu, sudah berani memastikan bahwa VAR tidak akan diterapkan di Liga Champions musim ini. Akan tetapi, pria asal Slovenia itu juga mengatakan bahwa dia bisa saja menunggu sampai Piala Dunia 2018 usai untuk membuat keputusan terkait VAR.

Di Piala Dunia 2018 sendiri, kendati diklaim berhasil oleh FIFA, VAR tetap tak luput dari kontroversi. Salah satu protes keras datang dari Tim Nasional Serbia yang mengeluhkan keputusan wasit untuk tidak menggunakan VAR pada pertandingan menghadapi Swiss. Pada pertandingan itu, Aleksandar Mitrovic ditekel oleh dua bek Swiss sekaligus dan menurut Serbia, wasit semestinya menggunakan VAR serta memberi penalti untuk mereka.

Menurut Ceferin, masih banyak ketidakjelasan dalam mekanisme penggunaan VAR. Sehingga, menurut mantan pengacara ini, masih banyak keraguan yang muncul pada diri penonton maupun jurnalis.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. (Foto: AFP/John Thys)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. (Foto: AFP/John Thys)

"Siapa yang memutuskan untuk menggunakan VAR? Wasit video atau wasit utama? Apa, sih, sebenarnya yang wasit lihat dan apa pula yang tak bisa mereka lihat? Masih banyak yang harus diluruskan," lanjut Ceferin.

Kendati demikian, Ceferin sama sekali tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari nanti turnamen-turnamen resmi UEFA bakal menggunakan VAR sebagai alat bantu wasit. Syaratnya, kata Ceferin, hanya satu. Yakni, 'ketika mereka sudah siap'.

"Kami tahu bahwa suatu hari nanti hal ini akan diperlukan karena kami bermain di seantero Eropa dan Liga Champions jelas bukan turnamen biasa. Namun, kami juga butuh regulasi. Lihat saja asisten wasit di Piala Dunia yang tidak melakukan apa-apa," terang pria 50 tahun tersebut.

"Ada seorang wasit yang bilang kepadaku, 'Ketika ada insiden besar, aku menaruh jariku di kuping dan semua orang bakal membiarkanku'. Lihat juga apa yang terjadi pada Serbia. Mereka tidak diberi penalti. Padahal, tim lain bisa diberi penalti untuk pelanggaran yang lebih ringan," tandasnya.