Kumparan Logo

Tanpa Navas, Real Madrid Bisa Kebobolan Lebih Banyak

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keylor Navas mengawal gawang Real Madrid. Foto: John Sibley/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Keylor Navas mengawal gawang Real Madrid. Foto: John Sibley/Reuters

Selalu ada kambing hitam dari rangkaian hasil buruk. Dalam kasus Real Madrid, sang pesakitan itu adalah kiper Keylor Navas.

Di masa pramusim, Madrid menunjukkan tren negatif. Tim ibu kota Spanyol ini menuai tiga kekalahan dalam empat uji tanding. Sisanya adalah kemenangan atas Arsenal, tetapi prosesnya melalui adu penalti.

Dalam laga-laga tersebut, pertahanan Madrid terlihat sungguh bobrok. Total 13 gol bersarang di gawang mereka.

Nah, sorotan negatif terhadap Navas menjadi wajar karena tujuh gol di antaranya terjadi saat dia berdiri di bawah mistar Los Blancos. Adapun, Thibaut Courtois cuma mengalami enam kebobolan.

Mauricio Pochettino mendampingi Tottenham di final Liga Champions 2018/19. Foto: AFP/Ben Stansall

Terakhir, Navas menderita sekali kemasukan saat Madrid kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur pada laga Audi Cup, Selasa (30/7/2019) malam WIB. Maka, sudah sepantasnya Navas kembali menuai kritik setelah pertandingan tersebut.

Yang terjadi malah sebaliknya. Kiper Kosta Rika itu menuai pujian dari pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, karena dianggap menunjukkan performa apik.

Ya, dibandingkan partai-partai sebelumnya, penampilan Navas memang jauh lebih baik. Di luar gol Harry Kane pada menit ke-22, dia tercatat melakukan delapan penyelamatan terhadap ancaman Spurs.

"Navas adalah man of the match. Dia membuktikan diri sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia saat ini. Penampilannya impresif, begitu juga mentalitasnya," ucap Pochettino seperti dikutip dari Marca.

"Jika bukan karena Navas, kami sudah mencetak lebih banyak gol," ujarnya.

Keylor Navas berdoa sebelum berlaga. Foto: John Sibley/Reuters

Pujian Pochettino sudah sepantasnya mendongkrak kepercayaan diri Navas dalam perebutan pos kiper utama Madrid. Dia belum mendapatkan garansi starter dari pelatih Zinedine Zidane sejauh ini.

Sementara pada musim lalu, Navas sendiri cuma menjadi kiper kedua setelah Courtois. Kebetulan, pemilik nama terakhir mesti absen sampai akhir Agustus 2019 karena cedera. Itu berarti, Navas memiliki kesempatan besar unjuk gigi demi meyakinkan Zidane.

Seiring kehadiran Thibaut Courtois per musim panas tahun lalu, Navas memang turun pangkat menjadi kiper pelapis.