Tanpa Salah dan Firmino, Bagaimana Rupa Lini Depan Liverpool?

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Misi Liverpool untuk mencapai final Liga Champions musim ini saja sudah berat akibat takluk 0-3 dari Barcelona pada laga semifinal leg I. Kemudian muncul masalah lain: Roberto Firmino, lalu disusul Mohamed Salah dalam perjumpaan dengan Newcastle United pada Minggu (5/5/2019) lalu, menderita cedera.
Situasi ini sangat besar berpotensi menimbulkan masalah bagi Liverpool saat kembali bersua Barcelona dalam semifinal leg II di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Mengingat Liverpool sebenarnya tampil baik –-dan bahkan sempat mendominasi-- laga semifinal leg I, tetapi harus menelan kecewa karena tak cukup clinical di depan gawang.
Laga yang dihelat di Camp Nou, Kamis (2/5/2019), itu berakhir Liverpool melepas 15 tembakan dengan situasi kuasai 53% pengusaan bola dan Barcelona hanya 12 upaya. Namun, dari sebanyak itu lesakan bola, hanya 4 yang tepat sasaran dari kubu ‘Si Merah’. Sementara Barcelona bisa melepas 5 tembakan, dengan 3 di antaranya berujung gol.
Perlu diingat bahwa Firmino absen dan Salah tampil penuh di laga tersebut. Di laga semifinal leg II nanti, Sadio Mane menjadi satu-satunya penyerang utama Liverpool yang tersedia. Sementara, Lionel Messi, Luis Suarez, dan pilar-pilar Barcelona lainnya dipastikan bugar karena tak tampil saat melawan Celta Vigo pada Minggu lalu.
Dengan pertimbangan ini, maka sangat penting bagi Liverpool untuk memanfaatkan segala peluang di depan mata. Karena bukannya tak mungkin La Blaugrana kembali mencetak gol meski area pertahanan mereka lebih sering digempur.
Lantas, pertanyaannya, bagaimana rupa lini serang Liverpool di laga semifinal leg II?
Jika kembali tampil dengan pakem tiga penyerang, sebaiknya Georginio Wijnaldum tidak dipaksakan menjadi false nine. Karena terlihat jelas gelandang berkebangsaan Belanda itu tak cocok dengan peran ini dalam laga semifinal leg I.
Wijnaldum tak cukup cekatan dalam memanfaatkan ruang di area pertahanan lawan seperti Firmino. Bahkan, dia sering kebingungan harus berada di mana ketika Liverpool menyerang. Alhasil, selama 90 menit, WhoScored mencatat Wijnaldum melancarkan 0 tembakan, 0 aksi dribel, dan 2 umpan kunci. Plus dua kali kehilangan bola.
Sehingga memainkan striker murni perlu dipertimbangkan manajer Liverpool, Juergen Klopp. Mengingat masih ada Daniel Sturridge dan Divock Origi di bangku cadangan. Keduanya memang jarang tampil pada musim ini. Walau begitu, Origi mampu mengemas 5 gol dan Sturridge bisa menciptakan 8 gol di seluruh ajang musim ini.
Baik Origi dan Sturridge juga punya rekam jejak mencetak gol di laga penting Liverpool musim ini. Origi mencetak satu-satunya gol di akhir laga ketika Liverpool menang 1-0 atas Everton pada Desember 2018 silam. Sementara, Sturridge lepaskan tendangan roket yang membuat Liverpool imbang 1-1 dengan Chelsea pada September 2018 lalu.
Untuk memilih di antara Sturridge dan Origi, tentu Klopp perlu tahu apa yang betul-betul menjadi kebutuhan Liverpool saat melawan Barcelona. Origi merupakan pilihan yang lebih rasional, jika Klopp perlu striker yang sanggup bertukar posisi ketika Liverpool mengalami kebuntuan. Karena Origi tak jarang tampil di posisi sayap pada musim ini.
Namun, jika kebutuhannya adalah seorang striker yang menunggu di depan untuk serangan balik cepat, Sturridge terasa lebih pas. Apalagi, kemampuan tembakan dan positioning Sturridge dapat dikatakan sedikit lebih baik daripada Origi.
Satu hal yang pasti, baik Sturridge dan Origi bakal mati-matian ketika tampil di laga ini. Karena masa depan keduanya di Liverpool masih belum jelas, padahal kontraknya bakal habis di akhir musim ini.
Sementara, pilihan di sayap kanan jatuh kepada Xherdan Shaqiri. Dalam menit bermain yang minim, penyerang serbabisa berkebangsaan Swiss ini telah terlibat langsung dalam terciptanya 9 gol (6 gol, 9 assist) di seluruh ajang musim ini. Perlu diingat, Shaqiri menciptakan 2 gol saat Liverpool menang 3-1 atas Manchester United, Desember 2018.
Sebagai seorang penyerang, Shaqiri memiliki kemampuan yang komplet. Eks andalan FC Basel ini jago dalam urusan dribel, melepas umpan pendek dan panjang juga udara, hingga melancarkan tembakan. Dalam urusan terakhir, bahkan, Shaqiri andal pula ketika menjadi eksekutor tendangan bebas.
Namun, Shaqiri bukannya tanpa celah. Sosok yang sempat memperkuat Bayern Muenchen ini tak begitu berpendar di Liga Champions, dan catatan satu assist dalam tiga penampilan menjadi buktinya. Jika tak berjalan sesuai rencana, Klopp perlu cepat bereaksi dengan menggantikan Shaqiri dengan Alex Oxlade-Chamberlain.
Oke, Oxlade-Chamberlain memang jarang tampil musim ini akibat cedera. Akan tetapi, Oxlade-Chamberlain memiliki rekam jejak sebagai sayap kanan kala masih memperkuat Arsenal. Lagipula, apa lagi pilihan yang dimiliki Klopp saat ini?
Untuk sayap kiri, tentu saja sudah menjadi milik Sadio Mane. Penyerang berkebangsaan Senegal ini sudah menunjukkan sejak musim lalu bahwa dia andal sebagai invverted winger. Bahkan, Mane telah membukukan 25 gol dan 2 assist pada semua kompetisi musim ini. Dengan 4 gol dan 1 assist di antaranya tercipta di Liga Champions.
***
Oke, opsi lini serang Liverpool tak sementereng Barcelona yang kemungkinan bakal kembali tampil dengan trio lini serang Lionel Messi-Luis Suarez-Philippe Coutinho. Akan tetapi, status sebagai tuan rumah harusnya bisa meningkatkan moral para pemain untuk mengejar gol cepat demi menciptakan remontada.
Tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola, anyway.
