Tendangan Bebas Sensasional Dybala Menangkan Juventus atas Atletico

Juventus dipastikan keluar sebagai juara Grup D di Liga Champions 2019/20 usai memenangi pertandingan melawan Atletico Madrid. Bertanding di Allianz Stadium, Juventus menang 1-0 berkat gol Paulo Dybala di menit ke-45+2.
Kemenangan ini membuat Juventus memiliki koleksi 13 poin hasil empat kali menang dan sekali bermain imbang. Sedangkan, Atletico terpaku di urutan kedua dengan raihan 7 angka, unggul satu poin atas Bayer Leverkusen.
***
Kejutan diberikan Maurizio Sarri dengan memainkan Dybala sebagai pendamping Cristiano Ronaldo di lini depan. Awalnya, yang diprediksi jadi pendamping Ronaldo adalah Gonzalo Higuain tetapi pada akhirnya Dybala yang dipercaya.
Selain di lini depan, kejutan juga muncul di pos bek kanan. Tak ada nama Juan Cuadrado yang belakangan kerap jadi andalan. Kali ini, Sarri lebih memilih Danilo Luiz untuk dimainkan sejak menit pertama.
Sementara itu, dari kubu Atletico Madrid, Joao Felix masih harus memulai laga dari bangku cadangan. Dengan pakem 4-4-2, Diego Simeone memainkan Vitolo dan Alvaro Morata di lini depan.
Dalam pertandingan ini, Juventus punya kepentingan untuk menyegel status juara grup. Mereka pun berupaya menyerbu pertahanan Atletico sedini mungkin.
Namun, Atletico mampu memberi perlawanan sengit. Dengan pertahanan yang rapat dan agresif, mereka mampu merebut bola dari kaki para pemain Juventus sebelum melancarkan serangan balik cepat.
Diberi tantangan demikian, Juventus nyatanya tidak gentar. Justru, di situlah kombinasi-kombinasi terbaik mereka muncul. Juventus pun tidak kalah produktif dalam memberikan tekanan.
Pertandingan ini sendiri tidak kaya akan peluang. Namun, intensitas yang ditunjukkan kedua kesebelasan membuat waktu terasa berjalan sangat cepat. Bola dengan cepat berpindah dan para pemain tak berhenti berlari.
Jika dilihat dari catatan statistik, laga ini bakal tampak membosankan. Akan tetapi, hal-hal yang tidak bisa diukur membuatnya jadi begitu menyenangkan untuk disaksikan.
Cara pemain melakukan tekel, cara mereka menyapu bola, bagaimana para pemain menggunakan otaknya untuk berpikir cepat, semua begitu sublim di sini.
Dengan performa hebat yang ditunjukkan kedua kesebelasan, alangkah tepatnya ketika pertandingan babak pertama ini ditutup dengan sebuah gol sensasional dari Dybala.
La Joya mencetak gol via tendangan bebas dari sudut sempit untuk membawa Juventus unggul sekaligus membuat Rihanna, yang menonton dari boks VIP stadion, tersenyum. Yep.
Dengan kondisi tertinggal, Atletico berusaha keras menyamakan kedudukan. Pasalnya, Bayer Leverkusen saat ini menempel mereka dengan ketat di klasemen.
Atletico mengawali babak kedua dengan permainan cepat dan tekanan hebat. Namun, Juventus mampu mempertahankan keunggulan berkat kedisiplinan para pemain bertahan mereka.
Sulitnya membongkar pertahanan Juventus ini membuat Simeone kemudian memasukkan dua pemain depan kreatif: Joao Felix dan Angel Correa. Mereka menggantikan Vitolo dan Hector Herrera.
Juventus sendiri, meskipun masih mampu menjaga kedisiplinan, tampak kesulitan mengembangkan permainan dan menembus pressing ketat Atletico. Federico Bernardeschi pun kemudian dimasukkan untuk menggantikan Aaron Ramsey.
Pelan tapi pasti, Juventus akhirnya bisa keluar dari tekanan. Masuknya Bernardeschi cukup membantu karena lini depan Juventus jadi lebih cair setelah dirinya masuk.
Di sisi lain, bertambahnya jumlah pemain ofensif di kubu Atletico sedikit membuat keseimbangan mereka terganggu. Inilah yang membuat Juventus bisa lebih leluasa mengalirkan bola, khususnya lewat sektor tengah.
Namun, Juventus tidak bisa memanfaatkan situasi tersebut. Di kubu Atletico, kuantitas pemain menyerang juga tak menghasilkan apa-apa. Alhasil, skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan sampai menit akhir.
