Kumparan Logo

Tentang Bali dan Indonesia yang Membekas dalam Benak Sylvano Comvalius

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Comvalius (kiri) berduel dengan Dutra. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)
zoom-in-whitePerbesar
Comvalius (kiri) berduel dengan Dutra. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)

Sylvano Comvalius kembali ke Indonesia. Namun, para pencinta sepak bola Tanah Air jangan terlalu berharap banyak karena ia hanya datang memenuhi undangan Malam Penghargaan Go-Jek Traveloka Liga 1.

Dalam penghargaan yang dilangsungkan Jumat (22/12/2017) lalu, bomber asal Belanda itu menerima trofi pencetak gol terbanyak musim kompetisi 2017. Ya, bersama Bali United, dirinya berhasil mencetak 37 gol dari 34 pertandingan yang telah dilaluinya.

Lebih dari itu, pemain 30 tahun ini juga mematahkan rekor milik Peri Sandria yang berhasil mencetak 34 gol dalam satu musim penuh kompetisi pada 1994/95. Sebuah rekor yang telah bertahan selama 22 tahun.

Kendati berhasil meraih capaian sensasional, Comvalius gagal mengantarkan Bali United menjadi kampiun di akhir musim. Pasalnya, "Serdadu Tridatu" harus puas duduk di peringkat kedua.

"Anda semua harus ketahui, saya telah menunggu acara ini dan kedatangan saya jauh-jauh dari Belanda membuat saya senang," ujar Comvalius.

"Ini luar biasa, bisa mencetak gol begitu banyak membuat ini serasa di alam mimpi dan tentu saya sangat senang. Saya berharap saya bisa mengulanginya di musim berikutnya tetapi tentu untuk klub baru saya di Thailand (Suphanburi, red)," imbuhnya.

Meski belum berhasil mengantarkan Bali United meraih titel juara, namun berkah tersendiri hadir bagi pasukan Widodo C Putro ini. Dengan kegagalan Bhayanggkara FC mendapatkan lisensi AFC, musim depan mereka akan berlaga di ajang play-off Liga Champions Asia 2018.

Namun, jalan panjang harus mereka lalui. Pada babak pertama play-off, Irfan Bachdim dan kawan-kawan akan menghadapi wakil Singapura, Tampines Rovers, pada 16 Januari mendatang. Bila nanti Bali United sukses mengandaskan Tampines, mereka berhak masuk ke babak play-off kedua dan akan berhadapan raksasa Thailand, Chiangrai United, pada 23 Januari 2018 di Stadion Singha Thailand.

Untuk benar-benar memastikan satu tempat di LCA 2018, di laga terakhir babak play-off, Bali United terlebih dulu harus menaklukan tim dari China, Shanghai SIPG, pada 30 Januari 2018 di Stadion Shanghai.

Para bintang Bali United (ilustrasi). (Foto: Nyoman Budhiana/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Para bintang Bali United (ilustrasi). (Foto: Nyoman Budhiana/ANTARA)

Lantas bagaimana Comvalius melihat peluang mantan timnya untuk bisa berlaga di ajang LCA 2018?

"Saya pikir Bali United akan mampu melampaui babak yang pertama, namun setelahnya agak sedikit sulit, karena lawan yang akan mereka hadapi adalah tim yang memiliki kualitas yang baik di Asia. Tetapi, mereka akan mendapatkan pembelajaran berharga dari ajang tersebut karena pengalaman bermain di level Asia saja sudah cukup bagus," ucapnya.

Kini Comvalius akan menapaki babak baru dalam karier sepak bolanya. Namun, ia memberikan "kode" bahwa kemungkinan suatu saat akan kembali ke Indonesia.

"Bagi saya, Indonesia dan terkhusus Bali akan selalu saya ingat karena Bali bagaikan rumah kedua bagi saya. Saya harap, suatu saat, entah kapan pun kesempatan itu datang, saya akan kembali ke Indonesia karena saya mencintai Indonesia," tutupnya.